Rahmayani Rahmayani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Sosial Masyarakat Nelayan Pesisir di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Salsabila Zahri Sativa; Wasiyem Wasiyem; Nabila Fitri; Suci Ramadhani Rangkuti; Rahmayani Rahmayani; Marwah Naila Maharani
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 1 (2025): Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i1.508

Abstract

The purpose of this study was to determine the social structure in the lives of Coastal Fishermen in Pantai Cermin District, Serdang Bedagai Village. This type of research is Qualitative research. Data collection techniques are observation, interviews, to collect the data needed are primary and secondary data. The number of informants in this study was 10 people who were determined directly. The data that has been collected was analyzed descriptively qualitatively. From the results of the data analysis, conclusions were then drawn. The conclusion in this study is the social structure of the Coastal Fishermen Community in Pantai Cermin District, Serdang Bedagai Regency, namely divided into 3 layers, namely: Toke (boss), Tekong, and fishermen, workers or members This stratification of the fishing community is formed on the basis of ownership or control of capital and means of production. The social structure in the fishing community in Pantai Cermin District is open both vertically and horizontally. The working relationship in fishing activities in Pantai Cermin District is a mutually beneficial cooperative relationship.
Analisis Persepsi Masyarakat terhadap KLB dalam Upaya Preventif Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Tuntungan Tahun 2025 Susilawati Susilawati; Rahmayani Rahmayani; Marwah Naila Maharani; Siti Aisyah Sinaga
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7791

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana masyarakat Wilayah Tuntungan, Medan, memandang Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) dan apa saja cara yang mereka lakukan untuk mencegahnya pada tahun 2025. Menurut informan 1 dkk (tahun 2025), daerah ini sering mengalami kasus DBD (disebut daerah endemis) dan jumlah kasusnya naik turun terus, oleh karena itu penting untuk memahami bagaimana masyarakat merespons saat ada wabah DBD. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengadakan wawancara mendalam dan melihat langsung kondisi di lapangan, dengan bertanya kepada warga masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat; cara kerja ini sama seperti yang dilakukan dalam penelitian serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat sangat khawatir dengan KLB DBD, terutama khawatir akan dampaknya pada anak-anak, dan mereka mengira penyebab utama DBD adalah lingkungan yang kotor dan kondisi cuaca. Masyarakat merasa bahwa fogging (semprotan untuk membunuh nyamuk) efektif untuk mencegah DBD, tapi cara mencegah yang disebut 3M Plus (menguras tempat yang ada air, menutup wadah yang bisa jadi sarang nyamuk, mengubur barang bekas) masih jarang dilakukan karena banyak orang sibuk bekerja, kurang memiliki alat yang diperlukan, dan informasi tentang risiko DBD dari dinas kesehatan belum sampai dengan baik. Penyuluhan kesehatan yang ada dirasa kurang menarik dan jarang dilakukan, sementara itu informasi dari media sosial seringkali tidak benar (hoaks) dan membuat orang panik, namun tokoh masyarakat berperan sangat penting karena mereka dipercaya oleh masyarakat dan bisa membantu menyampaikan informasi yang benar serta menghentikan penyebaran berita bohong. Hasil penelitian ini sama dengan yang dilakukan Dameria Gultom (tahun 2018) yang mengatakan bahwa semakin banyak orang tahu tentang DBD, semakin baik pula tindakan pencegahannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mencegah DBD dengan baik di Tuntungan, diperlukan cara kerja yang menyeluruh di antaranya adalah memberikan pendidikan yang kreatif dan menarik, menyediakan alat pencegahan yang mudah digunakan, memperkuat peran tokoh masyarakat, mengelola informasi di dunia digital dengan baik, dan mengajak semua orang di komunitas untuk bekerja sama melalui gotong royong. Penelitian ini diharapkan bisa membantu membuat program kesehatan masyarakat yang sesuai dengan kondisi lokal dan berdasarkan fakta, untuk mengatasi wabah DBD di daerah perkotaan.