Yusrika Yusrika
Universitas Abulyatama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Perilaku Merokok Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di MAN 6 Aceh Besar Urip Pratama; Yusrika Yusrika; Yadi Putra
Calory Journal Medical Laboratory Journal Vol. 2 No. 1 (2024): March : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v1i4.196

Abstract

Motivation to learn is very important for achieving performance or learning achievement. Learning motivation can be seen from students' learning achievements and cognitive aspects. Awareness of student learning motivation can be seen from the lifestyle of each individual student. The aim of this research is to determine the relationship between smoking behavior and student learning motivation at MAN 6 Aceh Besar. This research uses a quantitative analytical design using a cross sectional study method. The population in this study was 128 male students. The sampling technique used is Proportional Random Sampling. The sample used in this research used the Slovin formula. The number of samples taken in this research was 56 respondents. The instrument used in this research used a questionnaire sheet. The results of the research are that there is a relationship between smoking behavior and students' learning motivation at MAN 6 Aceh Besar with a value of p = 0.000. There is a relationship between smoking behavior and students' learning motivation in terms of peer influence at MAN 6 Aceh Besar with a value of p = 0.027. There is no relationship between smoking behavior. Regarding student learning motivation from a lifestyle perspective at MAN 6 Aceh Besar with a value of p = 0.819 and there is a relationship between smoking behavior and student learning motivation from an environmental perspective at MAN 6 Aceh Besar with a value of p = 0.004. Researchers suggest that schools provide regular outreach about the dangers of smoking on students' learning motivation.
PERBANDINGAN STATUS GIZI ANTARA MAHASISWA YANG TINGGAL DI RUMAH DENGAN MAHASISWA RANTAU DI DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS ABULYATAMA Yusrika Yusrika; Mansuriza Mansuriza; Fauziah Fauziah; Safitri Sri Rejeki
Indonesian Journal of Social Science and EducationĀ (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2911

Abstract

Beban Ganda Malnutrisi (Double Burden of Malnutrition) terbesar bagi dunia dalam hal giziĀ  yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Kejadian ini telah menjadi perhatian dunia dan membutuhkan solusi yang tepat, salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah gizi yaitu usia dewasa dengan masa usia > 18 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan status gizi antara mahasiswa yang tinggal di rumah dengan Mahasiswa Rantau di Diploma Tiga Keperawatan Universitas Abulyatama. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 150 orang mahasiswa dan mahasiswi Diploma Tiga Keperawatan Universitas Abulyatama, sampel sebanyak 60 orang mahasiswa dan mahasiswi yang terdiri 30 orang yang tinggal dirumah dan 30 orang tinggal dirantau, teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 17 s/d 22 Juni 2025, analisa data yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji independen t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tinggal dirumah rata-rata nilai IMT (status gizi) adalah 21,22, sedangkan responden yang tinggal dirantau rata-rata nilai IMT (status gizi) 20,16 dengan nilai perbedaan sebesar 1,06 dan p- value 0,042. Kesimpulan status gizi mahasiswa yang tinggal di rumah lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal dirantau. Diharapkan pada mahasiswa dan mahasiswi untuk menjaga status gizi tetap normal dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan pengaturan pola makan yang baik, sehingga dapat mencegah terjadinya gizi kurang.