Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan khusus bimbingan dan konseling dalam mengatasi konflik antar siswa di SMA Nurul Iman Palembang serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui berbagai cara, antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan informan guru bimbingan dan konseling, wali kelas, serta siswa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan bimbingan dan konseling berada pada kategori baik jika dilihat dari aspek reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Layanan telah dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan mampu merespon kebutuhan siswa secara tepat dalam menangani konflik yang terjadi. Guru bimbingan dan konseling juga mampu membangun kepercayaan serta menunjukkan sikap empatik terhadap siswa. Selain itu, layanan didukung oleh fasilitas yang cukup memadai sehingga proses bimbingan dapat berjalan dengan baik. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, hubungan yang baik dengan siswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat meliputi lingkungan belajar yang kurang kondusif dan rendahnya partisipasi sebagian siswa dalam mengikuti layanan. Dengan demikian, layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam membantu penyelesaian konflik serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertib dan harmonis.