Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya permintaan kacang panjang (Vigna sinensis L.) yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan hasil di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir. Upaya peningkatan produktivitas perlu dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang tepat, khususnya dalam pengelolaan pemupukan yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk menentukan takaran dosis pupuk kalium yang paling optimal, konsentrasi pupuk organik cair (POC) sabut kelapa yang paling efektif, serta menelaah pengaruh yang dihasilkan dari interaksi antara kedua faktor perlakuan tersebut terhadap perkembangan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kacang panjang. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah percobaan lapangan dengan menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan utama, yakni konsentrasi POC sabut kelapa dan takaran dosis pupuk kalium yang diaplikasikan. Variabel pengamatan yang diukur dan dianalisis mencakup tinggi tanaman, total luas daun, laju pertumbuhan relatif (LPR), laju asimilasi bersih (LAB), serta kandungan kadar klorofil daun. Seluruh data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan apabila terdapat perbedaan yang nyata, analisis dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengaplikasian POC sabut kelapa dan pupuk kalium memberikan pengaruh yang nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan yang diamati, dengan kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan S2K1, yakni POC dengan konsentrasi 150 ml per liter air dan pupuk kalium dengan dosis 3 gram per polybag. Kombinasi ini mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis dan akumulasi biomassa secara optimal. Meskipun demikian, kadar klorofil tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Secara keseluruhan, keseimbangan dosis pemupukan menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal dan berkelanjutan.