Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemerintah Kota Surabaya Dalam Penanganan Parkir Liar Di Kawasan Perkotaan Devi Alvionita; Alviyah Iriani; Ocha Ilvi Kamalia; Akif Yanuar Rifqi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.708

Abstract

Parkir liar menjadi salah satu permasalahan perkotaan yang masih banyak ditemukan di Kota Surabaya seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan terbatasnya lahan parkir resmi. Kondisi tersebut berdampak pada kemacetan lalu lintas, terganggunya ketertiban ruang publik, serta potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani parkir liar melalui pendekatan regulasi, penegakan hukum, dan digitalisasi sistem parkir. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh melalui peraturan daerah, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan kebijakan perparkiran di Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah menerapkan berbagai strategi melalui Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran, Perwali Nomor 30 Tahun 2018 mengenai tarif parkir, program Park and Ride, penegakan hukum oleh Dinas Perhubungan dan Satpol PP, serta penerapan sistem parkir digital berbasis non-tunai. Implementasi kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD, transparansi pengelolaan parkir, dan pengurangan praktik parkir ilegal. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pengawasan, rendahnya kesadaran masyarakat, lemahnya penegakan hukum, serta resistensi terhadap digitalisasi parkir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antarinstansi, peningkatan edukasi masyarakat, dan pengembangan sistem parkir digital yang lebih inklusif guna menciptakan tata kelola perparkiran yang tertib, efektif, dan berkelanjutan di Kota Surabaya.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online (GASPOL) di Kota Surabaya Devi Alvionita; Eldaffa Zulano Alya; Alviyah Iriani; Zaskia Naurah Salsabila Al Syahfitri Syahfitri; Aril Maulana; Tauran Ardiyansah
Jurnal Wanita dan Keluarga Vol 7 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : Pusat Studi Wanita dan Keluarga UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jwk.30736

Abstract

Female online motorcycle taxi drivers in Surabaya often face dual vulnerabilities, including economic uncertainty, domestic burdens, and threats of sexual violence in public spaces. This study aims to analyze the empowerment process of these female drivers through the Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online (GASPOL) program. Utilizing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, analyzed through Najiati's four dimensions of empowerment: equality, participation, independence, and sustainability. The results indicate that the GASPOL program successfully creates an equal, safe space and encourages active participation through informal thematic coordination groups. In terms of independence, micro-business and makeup training have proven to strengthen domestic economic resilience, coupled with enhanced self-protection through legal and physical briefing. Meanwhile, sustainability is pursued through a rotating class system, cooperative formation plans, and access to people's business credit (KUR) and social security (BPJS Ketenagakerjaan). In conclusion, this program effectively stimulates the capacity of female drivers despite ongoing budget constraints. It is recommended that the DP3AK of East Java Province expand public education to eliminate gender stigma and immediately establish collaborative governance with online transportation application companies to ensure comprehensive protection within the working ecosystem.