Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Perjanjian Abraham Terhadap Pola Hubungan Regional Tahun 2026 Saisa Briyanti; Septianis Afipah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.764

Abstract

Perjanjian Abraham yang ditandatangani sejak tahun 2020 menjadi salah satu transformasi geopolitik paling signifikan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. Kesepakatan ini melibatkan Israel dengan sejumlah negara Arab, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan, melalui fasilitasi Amerika Serikat sebagai bagian dari normalisasi hubungan diplomatik dan keamanan regional. Dinamika politik kawasan pasca Arab Spring, meningkatnya ancaman keamanan regional, serta rivalitas terhadap Iran mendorong negara-negara Arab membangun pola hubungan yang lebih pragmatis dan berorientasi pada stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika Perjanjian Abraham terhadap pola hubungan regional Timur Tengah tahun 2026 menggunakan pendekatan Regional Security Complex Theory.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan memanfaatkan dokumen resmi, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan laporan lembaga internasional sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perjanjian Abraham tidak hanya menghasilkan normalisasi diplomatik, tetapi juga membentuk konfigurasi aliansi baru yang memperkuat kerja sama keamanan, ekonomi, teknologi, dan pertahanan di kawasan Timur Tengah. Selain itu, terjadi perubahan pola amity dan enmity yang memperlihatkan pergeseran orientasi politik negara-negara Arab dari solidaritas ideologis menuju pragmatisme geopolitik. Keterlibatan Amerika Serikat sebagai aktor eksternal turut memengaruhi distribusi kekuasaan regional, terutama dalam upaya menyeimbangkan pengaruh Iran di kawasan. Meskipun demikian, konflik Gaza dan isu Palestina tetap menjadi tantangan utama dalam mewujudkan stabilitas regional secara menyeluruh.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Penguatan UMKM, Ketahanan Pangan, dan Kelestarian Lingkungan di Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk Saisa Briyanti; Gina Pertiwi; Devi Dania; Aulia Rahmah Nurojanah; Audina Shifa Azahra; Nur Afifah Adilah; Andre Haiqal; Arif Mochamad Rifan; Muhammad Rivalsyah; Cici Salsa Rizqiyani; Octavia Chandra Dewi Dewi; Muhammad Suryanuddin
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.61

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal merupakan strategi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, dengan fokus utama pada penguatan UMKM serta ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan sebagai program pendukung. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN Tematik Sagara Karsa Universitas Al-Ghifari yang beranggotakan 10 mahasiswa selama satu bulan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penguatan UMKM menyasar sembilan pelaku usaha lokal melalui pendataan, pendampingan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB), fasilitasi sertifikasi halal, edukasi higiene produksi, serta digitalisasi sistem pembayaran menggunakan QRIS. Sementara itu, program pendukung diwujudkan melalui Aksi Dapur Lestari dengan penyemaian 1.000 bibit tanaman hortikultura untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah tangga, serta aksi penanaman pohon dan gotong royong bersama warga dan Satgas Citarum Harum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi program berhasil meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kesiapan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi, pangan, dan lingkungan desa secara mandiri. Keberlanjutan keberhasilan program ini membutuhkan pendampingan pascaprogram serta kolaborasi sinergis yang kuat antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal.