Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Bauran Pemasaran (4P) Pada Kepuasan UMKM Kopi Keliling Menggunakan Pendekatan SEM-PLS Mohammad Alwi Shahab; Ade Rezkika Nasution; Shelly Sylvia Agustina; Farah Ainun Jamil
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.797

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kopi Keliling di Mataram menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga memerlukan strategi bauran pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran (4P) yaitu Produk, Harga, Tempat, dan Promosi terhadap kepuasan konsumen serta pengaruh kepuasan konsumen terhadap minat beli ulang pada UMKM Kopi Keliling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 220 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel Tempat merupakan prediktor terkuat (β = 0,341; t = 4,512; p < 0,001), diikuti Harga (β = 0,287), Promosi (β = 0,253), dan Produk. Kepuasan konsumen selanjutnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang. Secara deskriptif, persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran berada pada kategori Baik, dengan indikator Keterjangkauan Harga (4,46) dan Kemudahan Akses Lokasi (4,38) sebagai nilai tertinggi, sedangkan Diskon/Promo Harga (3,17) merupakan nilai terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi elemen Place dan strategi promosi harga menjadi kunci peningkatan kepuasan serta loyalitas konsumen UMKM Kopi Keliling. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku UMKM dalam merancang bauran pemasaran yang lebih berorientasi pada konsumen muda.