Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Petani terhadap Metode Penyuluhan Indirect Communication Melalui Video Edukasi Dalam Pencegahan Gejala Penyakit Bulai Pada Jagung Di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur: Penelitian I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi; Mohammad Alwi Shahab
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.328

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui penggunaan metode indirect communication melalui video edukasi dalam meningkatkan pengetahuan petani mengenai gejala penyakit Bulai di Kecamatan Jerowaru. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu persepsi petani yang secara bersama-sama terhadap variabel terikat yaitu penggunaan metode penyuluhan indirect communication melalui video edukasi untuk pencegahan penyakit Bulai. Jumlah responden sebanyak 40 responden. Hasil Penelitian menemukan bahwa (1) Persepsi petani berpengaruh nyata terhadap implementasi penyuluhan dengan metode indirect communication melalui video edukasi untuk menanggulangi penyakit Bulai pada tanaman Jagung. (2) Model persamaan menunjukkan bahwa koefisien regresi persepsi sebesar 0,896 mengindikasikan peningkatan setiap 1 satuan pada variabel independen yaitu penggunaan metode penyuluhan pertanian dengan teknik indirect communication melalui video edukasi maka akan meningkat sebesar 0,764 satuan.
Sosialisasi dan Pendampingan Pemanfaatan Media Sosial pada Produk Kelompok Wanita (KWT) Keselet Karya Mohammad Alwi Shahab; Sri Mulyawati; Dyah Ayu Suryaningrum; Lulu’ Ayu Faezatiy; Intan Permata Hadi
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3441

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Keselet Karya dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk pertanian olahan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam penggunaan platform digital menjadi hambatan utama dalam memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan partisipatif, sosialisasi, dan pendampingan intensif yang dilaksanakan secara bertahap. Materi sosialisasi mencakup pengenalan jenis-jenis media sosial yang relevan untuk promosi usaha, yakni Facebook, TikTok, dan Instagram, serta teknik pembuatan konten promosi yang efektif dan konsisten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya konsistensi unggahan konten di media sosial guna mempertahankan kepercayaan konsumen. Peserta juga mampu memproduksi konten promosi secara mandiri, meliputi konten berbasis produk, kegiatan produksi, pengemasan, dan distribusi. Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha KWT Keselet Karya secara berkelanjutan melalui perluasan akses pasar digital.
Pemberdayaan Poklahsar Anggun Melalui Diversifikasi Ikan Presto Berbumbu Berbasis Blue Economy di Dusun Lekok, Kabupaten Lombok Utara Shelly Sylvia Agustina; Mutiara Mita Kasia; Farah Ainun Jamil; Ade Rezkika Nasution; Mohammad Alwi Shahab; I Gusti Putu Bayu Paramayuda
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3455

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui diversifikasi produk ikan layang presto berbumbu berbasis konsep blue economy di Dusun Lekok, Kabupaten Lombok Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kemandirian ekonomi masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan melalui penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemilihan bahan baku, penanganan ikan secara higienis, formulasi bumbu, teknik presto, pengemasan vakum, dan pelabelan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengolahan ikan, sanitasi, pengemasan, serta peningkatan kualitas produk. Selain itu, program ini meningkatkan partisipasi kelompok, motivasi berwirausaha perempuan pesisir, dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan melalui produk perikanan bernilai tambah dan berpotensi ekonomi tinggi.
Penyuluhan Teknik Budidaya dan Perawatan Tanaman Kopi Arabika dan Robusta dengan Sistem Agroforestri di Desa Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur Mohammad Alwi Shahab; I Gusti Ngurah Ariawan Assasandi; Ade Rezkika Nasution; Farah Ainun Jamil; Hery Haryanto
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15289

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknik budidaya dan perawatan tanaman kopi arabika dan robusta melalui pendekatan sistem agroforestri di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Desa Sapit memiliki potensi agroekologi yang sangat mendukung pengembangan kopi, namun produktivitas masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan teknis petani. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi lapang, dan pelatihan praktis yang melibatkan satu kelompok tani dengan jumlah 30 responden. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan peserta dari 48,7 (kategori rendah) menjadi 78,3 (kategori tinggi) atau meningkat sebesar 60,8%. Tingkat pemahaman terhadap sistem agroforestri meningkat dari 36,7% menjadi 86,7%. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengadopsi teknologi baru, terutama pada aspek pemangkasan produktif, pengendalian hama terpadu, dan integrasi tanaman naungan. Program penyuluhan terbukti efektif dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi budidaya kopi berbasis agroforestri kepada petani lokal.
Pengaruh Bauran Pemasaran (4P) Pada Kepuasan UMKM Kopi Keliling Menggunakan Pendekatan SEM-PLS Mohammad Alwi Shahab; Ade Rezkika Nasution; Shelly Sylvia Agustina; Farah Ainun Jamil
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.797

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kopi Keliling di Mataram menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga memerlukan strategi bauran pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran (4P) yaitu Produk, Harga, Tempat, dan Promosi terhadap kepuasan konsumen serta pengaruh kepuasan konsumen terhadap minat beli ulang pada UMKM Kopi Keliling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 220 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel Tempat merupakan prediktor terkuat (β = 0,341; t = 4,512; p < 0,001), diikuti Harga (β = 0,287), Promosi (β = 0,253), dan Produk. Kepuasan konsumen selanjutnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang. Secara deskriptif, persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran berada pada kategori Baik, dengan indikator Keterjangkauan Harga (4,46) dan Kemudahan Akses Lokasi (4,38) sebagai nilai tertinggi, sedangkan Diskon/Promo Harga (3,17) merupakan nilai terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi elemen Place dan strategi promosi harga menjadi kunci peningkatan kepuasan serta loyalitas konsumen UMKM Kopi Keliling. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku UMKM dalam merancang bauran pemasaran yang lebih berorientasi pada konsumen muda.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Ade Rezkika Nasution; Sab’ul Masani; Daeva Mubarika Raisa; Mohammad Alwi Shahab
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1492

Abstract

Salah satu tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan penduduk adalah meningkatnya konsumsi dikarenakan tingginya pertumbuhan penduduk. Menurunnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan juga menjadi tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat yang harus mengorbankan beberapa lahan pertaniannya untuk dijadikan hunian penduduk yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan sawah dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa time series tahun 2014-2024. Metode penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan hingga ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, selanjutnya untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangannya digunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sampai dengan 2024, seluas 55,5 ribu ha lahan sawah di Provinsi Nusa Tenggara Barat beralih fungsi dan menyebabkan hilangnya produksi padi sebanyak 2,78 juta ton dengan rata-rata sebanyak 397,7 ribu ton setiap tahunnya. Selanjutnya untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai ketahanan pangan penduduk saat terjadi maupun tidak terjadi alih fungsi lahan.