Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebertahanan Agama Adat Orang Mapor Bangka Di Tengah Penetrasi Agama Kristen, Islam Dan Pendidikan Formal Vebriansyah Pratama Putra; Iskandar Zulkarnain; Herza Herza
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penetrasi agama Kristen dan Islam serta kebertahanan agama adat Orang Mapor di Dusun Air Abik, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Fokus penelitian diarahkan pada respons masyarakat adat terhadap masuknya agama formal dan strategi yang dilakukan Orang Mapor dalam mempertahankan agama adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari ketua adat, lembaga adat, tokoh adat, serta masyarakat adat Orang Mapor yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori Tradisi Besar (Great Tradition) dan Tradisi Kecil (Little Tradition) dari Robert Redfield sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi agama Kristen dan Islam dalam kehidupan Orang Mapor berlangsung secara bertahap melalui bantuan sosial, pelaksanaan kebaktian, pemanfaatan kesamaan kultur, pendidikan, dakwah, pengajian, perkawinan, dan pendirian institusi keagamaan. Penetrasi tersebut membawa perubahan sosial dan religius dalam kehidupan masyarakat adat, terutama terhadap pola pikir, praktik religius, dan hubungan sosial Orang Mapor. Respons masyarakat adat terhadap penetrasi agama formal ditunjukkan melalui bentuk penerimaan, penolakan, dan negosiasi budaya yang berlangsung sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. Di tengah kuatnya penetrasi agama formal, agama adat Orang Mapor tetap bertahan melalui berbagai strategi, seperti pewarisan ajaran ketuhanan Mapur Dangkel, mendirikan kelembagaan penghayat kepercayaan, dan pelestarian ritus-ritus Orang Mapor yang diwariskan leluhur.