Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Make a Match berbantuan media PASIKATU terhadap pemahaman konsep sikap persatuan dan kesatuan pada siswa kelas II. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan siswa dalam mengklasifikasikan contoh perilaku sehari-hari ke dalam lima sikap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, yaitu cinta tanah air, membina persatuan dan kesatuan, rela berkorban, hidup rukun, dan tolong-menolong. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah 17 siswa kelas II SD 1 Bakalan Krapyak yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep sebanyak 15 soal, terdiri atas 12 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian, yang disusun berdasarkan indikator mencontohkan, mengklasifikasikan, dan menjelaskan. Hasil uji normalitas menunjukkan data pretest-posttest berdistribusi normal (p = 0,439 > 0,05), sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-Test dan uji One Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai posttest dibandingkan pretest (rata-rata pretest 64,35 menjadi 79,59; t = -5,742; p = 0,000 < 0,05) dengan N-Gain sebesar 0,44 (kategori sedang). Hasil uji One Sample t-Test juga menunjukkan bahwa rata-rata posttest secara signifikan melampaui nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70 (t = 2,600; p = 0,019 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa model Make a Match berbantuan media PASIKATU efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sikap persatuan dan kesatuan siswa kelas II secara signifikan dan telah mencapai standar ketuntasan yang ditetapkan.