Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Konstruksi Legitimasi Kepemimpinan dan Relasi Gender dalam Organisasi Mahasiswa Fakultas dengan Dominasi Pengurus Perempuan Zhiland Arizky; Annisa Wahyu Azzahra; Hasna Afifah Kiswaningrum; Nabila Rakha Setyani; Riesya Khairunnisa Rosnandy; Qotrunnada Dwi Marsha; Rizki Annisa Ramadhani; Sri Maywati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.935

Abstract

Artikel ini menganalisis konstruksi legitimasi kepemimpinan dan relasi gender dalam organisasi mahasiswa fakultas yang secara kuantitatif didominasi oleh pengurus perempuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan desain studi multikasus, penelitian ini membandingkan dua konteks organisasi yakni Ormawa FIK UNSIL dan LK-BSO FK UNNES. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan studi dokumen berupa AD/ART, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dari Braun dan Clarke. Dua teori utama yang digunakan sebagai pisau analisis adalah Role Congruity Theory oleh Eagly dan Karau serta Gendered Organization Theory oleh Joan Acker, keduanya dibingkai dalam paradigma konstruktivisme sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi kuantitatif perempuan dalam kepengurusan tidak secara otomatis menghasilkan legitimasi kepemimpinan yang setara di ruang-ruang politik kemahasiswaan tingkat universitas. Inkonsistenti antara representasi internal dan penerimaan eksternal ini mencerminkan mekanisme gendering yang bekerja di luar batas organisasi formal. Kedua kasus memperlihatkan pola legitimasi yang berbeda, di mana Ormawa FIK UNSIL menghadapi sentimen berbasis gender yang lebih eksplisit dari pihak-pihak eksternal, sementara LK-BSO FK UNNES mengalami toleransi gender asimetris di tingkat internal yang terbungkus dalam normalisasi informal, namun dalam beberapa evidensi juga mendapatkan tindakan diskriminatif oleh pihak-pihak eksternal. Artikel ini berargumen bahwa legitimasi kepemimpinan perempuan dalam organisasi mahasiswa terkonstruksi secara berlapis, di mana faktor kelembagaan, modal sosial-politik, dan reproduksi norma gender di ruang informal memainkan peran yang sama besarnya dengan komposisi keanggotaan.