Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Guru sebagai Agen Literasi Kritis dalam Menghadapi Disinformasi di Media Sosial Faqih Ali; M. Ilham Maulana; Abdul Malik; Ria Kasanova
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.942

Abstract

Transformasi digital telah menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama bagi peserta didik. Namun kemudahan akses informasi juga diikuti dengan meningkatnya praktik disinformasi yang berpotensi mempengaruhi cara berpikir dan kemampuan peserta didik dalam menyebarkan informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru sebagai agen literasi kritis serta strategi pedagogis berbasis literasi kritis dalam menghadapi disinformasi di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Systematic Literature Review melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan sumber akademik yang relevan. Data dianalisis secara tematik melalui proses seleksi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kritis peserta didik terhadap informasi digital. Disinformasi dipahami sebagai praktik wacana yang mempengaruhi persepsi masyarakat melalui manipulasi informasi dan bias kognitif. Strategi pedagogi yang dapat diterapkan meliputi analisis wacana kritis, verifikasi informasi, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran dialogis. Integrasi literasi kritis dalam pendidikan digital membantu peserta mengembangkan kemampuan berpikir reflektif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Dengan demikian, literasi penting menjadi pendekatan penting dalam melawan tantangan disinformasi di era digital.
Praktik Hegemoni Dalam Cerpen Mata Celurit Karya Muna Masyari: Tinjauan Teori Antonio Gramsci Fatimah Azzahra; Abdul Malik; Abdiyatussolehah Abdiyatussolehah; Warda Maulidiya; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1319

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik hegemoni dalam cerpen Mata Celurit karya Muna Masyari dengan menggunakan kerangka teori Antonio Gramsci. Cerpen ini mengangkat realitas politik lokal masyarakat Madura melalui kisah perebutan kekuasaan dalam pemilihan kepala desa (kalebun), di mana kecurangan, intimidasi, dan konflik kepentingan mewarnai dinamika komunal yang kompleks. Analisis difokuskan pada tiga dimensi utama: bentuk-bentuk hegemoni yang hadir dalam teks, mekanisme kekuasaan yang beroperasi melalui tradisi, relasi patronase, dan simbolisme budaya, serta dampaknya terhadap tokoh-tokoh cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-interpretatif dengan teknik analisis tekstual dan hermeneutis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hegemoni dalam cerpen ini bersifat berlapis: mencakup hegemoni politik lokal yang memanfaatkan simbol celurit sebagai alat legitimasi kekuasaan, hegemoni patriarki yang mengaitkan maskulinitas dengan dominasi dalam ruang publik desa, serta hegemoni nilai kehormatan komunal yang berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. Kekuasaan dalam cerpen ini tidak bekerja semata melalui paksaan fisik, melainkan justru lebih dominan melalui persetujuan yang dikonstruksi secara kultural, melalui internalisasi nilai, tekanan komunitas, dan relasi patronase yang membuat dominasi tampak sah dan alamiah. Dampaknya pada tokoh-tokoh adalah kepatuhan yang ambivalen, konflik batin yang tersembunyi, serta benih-benih counter-hegemony yang mulai berkecambah namun belum cukup kuat untuk menggeser tatanan yang ada. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra lokal Madura adalah arena pertarungan ideologis yang kaya dan layak dikaji secara kritis melalui pendekatan teori sosial.