Pengangguran di kalangan generasi muda merupakan permasalahan struktural yang terus menjadi tantangan serius di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingginya angka pengangguran usia produktif tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi individu, tetapi juga berimplikasi luas terhadap stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah pesatnya transformasi digital, digital entrepreneurship atau kewirausahaan digital muncul sebagai alternatif solusi yang menjanjikan dalam mengatasi problematika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digital entrepreneurship sebagai solusi pengangguran di kalangan generasi muda, mengidentifikasi peluang dan Tantangan yang dihadapi serta implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis (systematic literature review) terhadap berbagai jurnal, laporan kebijakan, dan data empiris yang berkaitan dengan kewirausahaan digital dan ketenagakerjaan pemuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital entrepreneurship memiliki potensi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja mandiri bagi generasi muda melalui platform e-commerce, ekonomi kreatif digital, jasa berbasis teknologi, dan model bisnis digital lainnya. Namun demikian, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur digital, literasi teknologi, akses permodalan, serta dukungan ekosistem kewirausahaan dari pemerintah dan sektor swasta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik yang mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan digital, kebijakan fiskal yang mendukung, dan penguatan ekosistem startup merupakan kunci dalam memaksimalkan kontribusi digital entrepreneurship terhadap pengurangan pengangguran generasi muda secara berkelanjutan.