Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kualitas Pakan Dengan Intensitas Respon Estrus Sapi Potong Pada Sistem Peternakan Rakyat Di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo Wiwid Widianto; Widiastuti Ardiansyah; Susan Mokoolang; Tusaban Tusaban; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pakan dengan intensitas respon estrus sapi potong pada sistem peternakan rakyat di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan metode korelasional. Sampel penelitian sebanyak 57 ekor sapi potong betina yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu sapi dalam umur reproduktif, tidak bunting, sehat, dan dipelihara secara tradisional. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas pakan memiliki nilai rata-rata sebesar 2,3088 yang berada pada kategori sedang menuju baik, sedangkan intensitas respon estrus memiliki nilai rata-rata sebesar 2,4947 yang berada pada kategori sedang menuju kuat. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan analisis non-parametrik. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,080 dengan signifikansi sebesar 0,555 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pakan dengan intensitas respon estrus sapi potong. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pakan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap intensitas respon estrus sapi potong pada sistem peternakan rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas respon estrus dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang lebih kompleks, seperti kondisi fisiologis ternak, manajemen reproduksi, dan kemampuan deteksi estrus. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas reproduksi ternak memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan terpadu.