Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Prosedur Pemilihan Vendor Berbasis Evaluasi Multi-Kriteria Pada Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Eliza Syafitri; Chandra Hendriyani; Tengku Sitti Rochmah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur pemilihan vendor berbasis evaluasi multi-kriteria pada Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap dokumen pengadaan, Vendor Management System (VMS), serta regulasi internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemilihan vendor dilaksanakan melalui keterlibatan empat fungsi utama, yaitu fungsi pengguna, fungsi pengadaan, fungsi pemeriksaan mutu, dan fungsi keuangan, sehingga mendukung transparansi dan akuntabilitas pengadaan. Evaluasi vendor dilakukan menggunakan pendekatan multi-kriteria yang mencakup kualitas produk, biaya, ketepatan waktu pengiriman, kepatuhan administratif, dan kapabilitas teknis. PT Pindad juga telah mengimplementasikan Vendor Management System (VMS) sebagai sarana digital procurement untuk mendukung pengelolaan dan evaluasi kinerja vendor secara berkala. Pengambilan keputusan pengadaan masih memerlukan verifikasi harga melalui Request for Quotation (RFQ) guna menyesuaikan kondisi pasar yang dinamis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi Supply Chain Management (SCM), evaluasi multi-kriteria, dan digital procurement mampu meningkatkan objektivitas, transparansi, efektivitas pengambilan keputusan, serta mitigasi risiko pemasok dalam industri pertahanan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan tata kelola pengadaan dan manajemen rantai pasok pada industri pertahanan nasional.