Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Strategi Promosi Omnichanel Tabungan E-Mas Dalam Meningkatkan Akuisisi Nasabah Pada BSI KCP Bandung Dago Chagiya Syifa Ramadhani Milanisti; Chandra Hendriyani; Tengku Sitti Rochmah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9032

Abstract

Pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia yang signifikan dan literasi keuangan syariah yang meningkat menuntut strategi promosi omnichannel seiring dengan perubahan perilaku nasabah di era digital saat ini. Tantangan inklusi dan pencapaian target akuisisi nasabah menjadi tolak ukur keberlangsungan perusahaan perbankan. Tabungan E-Mas di BSI KCP Bandung Dago saat ini menjadi salah satu produk unggulan yang diminati nasabah. Bank BSI terus meningkatkan strategi promosi omnichannel agar dapat meningkatkan produk investasi digital seperti Tabungan E-Mas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi omnichannel yang diterapkan oleh BSI KCP Bandung Dago dalam meningkatkan akuisisi nasabah pada produk Tabungan E-Mas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima informan dari manajerial dan staf pemasaran, observasi partisipatif pada kegiatan promosi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI KCP Bandung Dago mengimplementasikan strategi omnichannel dengan mengintegrasikan saluran offline seperti event/booth, personal selling, dan program cashback, dengan saluran online melalui WhatsApp blast dan media social yang terbukti mengungkapkan bahwa kombinasi saluran tersebut secara signifikan meningkatkan jumlah akuisisi nasabah sebanyak rata-rata 100 nasabah perbulan. Kegiatan event yang didukung oleh penggunaan brosur dan insentif cashback menjadi saluran yang paling dominan dan efektif karena memungkinkan interaksi dua arah serta edukasi produk secara langsung kepada calon nasabah. Strategi omnichannel juga terbukti mampu menciptakan pengalaman komunikasi yang konsisten dan interaktif, sehingga mempercepat pengambilan keputusan nasabah dalam ekosistem investasi syariah digital.
Implementasi Aplikasi SILOBA Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Di Dinas Sosial Kabupaten Bandung Sofie Rosalin Sayidina; Chandra Hendriyani; Tengku Sitti Rochmah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi SILOBA sebagai digitalisasi proses pendataan korban bencana dalam meningkatkan kualitas layanan publik di Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik wawancara dan dokumentasi terhadap proses pendataan korban bencana sebelum dan sesudah implementasi aplikasi SILOBA. Sebelum digitalisasi, proses pendataan masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel sehingga menyebabkan keterlambatan pelaporan, ketidaksinkronan data, duplikasi data dan rendahnya efektivitas dalam penyaluran bantuan. Implementasi aplikasi SILOBA meliputi proses input data, verifikasi korban, pengelolaan logistik, sampai distribusi bantuan dalam satu platform digital berbasis real-time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi SILOBA dapat meningkatkan kualitas layanan publik berdasarkan dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan kecepatan, akurasi data, transparansi proses, serta ketepatan distribusi bantuan kepada korban bencana. Aplikasi SILOBA berperan dalam mendukung layanan publik berbasis data yang lebih efektif, akurat, dan responsif. Namun demikian, dalam implementasi sistem masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan infrastruktur jaringan internet yang belum stabil. Oleh karena itu, upaya perbaikan diperlukan untuk mendukung optimalisasi sistem yang berkelanjutan.
Implementasi Digital Hazard Observation Card Dalam Meningkatkan Kinerja Keselamatan Kerja Di PT Sentinel Mitra Adiyaksa Bianda Athaya Rizqita; Chandra Hendriyani; Tengku Sitti Rochmah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9719

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam berbagai aspek organisasi, termasuk pada sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah penerapan Digital Hazard Observation Card (HOC) yang digunakan sebagai media pelaporan potensi bahaya secara cepat, terintegrasi, dan terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Digital Hazard Observation Card (HOC) dalam meningkatkan kinerja keselamatan kerja di PT Sentinel Mitra Adiyaksa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari satu orang ahli K3 yang memahami implementasi Digital HOC di perusahaan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi K3 di PT Sentinel Mitra Adiyaksa telah berjalan dengan baik melalui kegiatan inspeksi rutin, identifikasi bahaya, pengawasan keselamatan kerja, pelaksanaan program P2K3, safety briefing, pelatihan K3, dan penerapan SOP keselamatan kerja. Implementasi Digital HOC mampu mempercepat proses pelaporan hazard, meningkatkan efektivitas dokumentasi data, serta mendukung proses hazard identification dan risk control secara lebih sistematis. Data perusahaan menunjukkan kondisi zero accident selama tahun 2025, peningkatan penggunaan APD dari 90% menjadi 97%, peningkatan kesadaran pekerja terhadap K3 dari 82% menjadi 92%, serta meningkatnya jumlah hazard report. Meskipun demikian, implementasi Digital HOC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital sebagian pekerja. Secara keseluruhan, Digital HOC berkontribusi positif dalam meningkatkan kinerja keselamatan kerja melalui penguatan proses identifikasi bahaya, pelaporan hazard, dan pengendalian risiko di perusahaan.
Analisis Implementasi Google Workspace Dalam Mendukung Efektivitas Kerja Pada PT BPR Tata Asia Nadeeva Najwaa Melvia; Chandra Hendriyani; Tengku Sitti Rochmah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.658

Abstract

Implementasi teknologi digital di industri perbankan mendorong penggunaan sistem kerja berbasis cloud computing untuk meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah Google Workspace yang mendukung kolaborasi, komunikasi, dan pengelolaan dokumen secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Google Workspace dalam mendukung efektivitas kerja karyawan di PT BPR Tata Asia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga karyawan pengguna Google Workspace. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasi Google Workspace dalam konteks operasional Bank Perekonomian Rakyat (BPR), yang masih terbatas dibahas dalam penelitian sebelumnya, khususnya terkait efektivitas kerja karyawan pada sistem kerja digital berbasis cloud computing. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana integrasi fitur digital mampu mendukung koordinasi kerja, pemantauan pekerjaan, dan fleksibilitas kerja dalam lingkungan perbankan skala menengah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Google Workspace mampu meningkatkan efektivitas kerja melalui kemudahan akses informasi, percepatan penyelesaian pekerjaan, transparansi pemantauan kerja, serta peningkatan koordinasi antar karyawan. Pemanfaatan fitur Google Drive, Google Docs, Google Spreadsheet, dan Google Calendar mendukung proses kerja yang lebih fleksibel, terstruktur, dan terintegrasi. Namun, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan kapasitas penyimpanan dan perbedaan kemampuan pengguna dalam memanfaatkan sistem secara optimal. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan dukungan fasilitas dan pelatihan penggunaan Google Workspace agar implementasinya lebih optimal dalam mendukung efektivitas kerja karyawan.
Optimalisasi Peran Frontliner Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Informasi Institusi Di Fakultas Seni Rupa Dan Desain Institut Teknologi Bandung Renada Sonora; Chandra Hendriyani; Fenny Damayanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran frontliner dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi institusi di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu frontliner yang terlibat langsung dalam pelayanan informasi institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif service excellence, kualitas pelayanan informasi tercermin melalui tiga aspek utama, yaitu kecepatan informasi, kejelasan informasi, dan akurasi informasi. Di antara ketiga aspek tersebut, kejelasan informasi menjadi faktor yang paling dominan dalam menentukan kualitas pelayanan yang dirasakan oleh pengguna layanan. Kemampuan komunikasi frontliner berperan penting dalam memastikan informasi dapat disampaikan secara jelas, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan pelayanan, seperti keberagaman kebutuhan informasi pengguna, tuntutan multitasking, serta belum optimalnya standardisasi pelayanan. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pelayanan informasi perlu dilakukan melalui penguatan kompetensi komunikasi frontliner, penyempurnaan prosedur pelayanan, serta pengembangan sistem informasi pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan informasi institusi tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi dalam memastikan informasi dapat dipahami dengan baik oleh pengguna layanan.
Analisis Prosedur Pemilihan Vendor Berbasis Evaluasi Multi-Kriteria Pada Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Eliza Syafitri; Chandra Hendriyani; Tengku Sitti Rochmah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur pemilihan vendor berbasis evaluasi multi-kriteria pada Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap dokumen pengadaan, Vendor Management System (VMS), serta regulasi internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemilihan vendor dilaksanakan melalui keterlibatan empat fungsi utama, yaitu fungsi pengguna, fungsi pengadaan, fungsi pemeriksaan mutu, dan fungsi keuangan, sehingga mendukung transparansi dan akuntabilitas pengadaan. Evaluasi vendor dilakukan menggunakan pendekatan multi-kriteria yang mencakup kualitas produk, biaya, ketepatan waktu pengiriman, kepatuhan administratif, dan kapabilitas teknis. PT Pindad juga telah mengimplementasikan Vendor Management System (VMS) sebagai sarana digital procurement untuk mendukung pengelolaan dan evaluasi kinerja vendor secara berkala. Pengambilan keputusan pengadaan masih memerlukan verifikasi harga melalui Request for Quotation (RFQ) guna menyesuaikan kondisi pasar yang dinamis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi Supply Chain Management (SCM), evaluasi multi-kriteria, dan digital procurement mampu meningkatkan objektivitas, transparansi, efektivitas pengambilan keputusan, serta mitigasi risiko pemasok dalam industri pertahanan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan tata kelola pengadaan dan manajemen rantai pasok pada industri pertahanan nasional.