Pengajuan kenaikan pangkat dan jabatan bagi karyawan dan dosen di Universitas Negeri Manado masih dilakukan secara manual, sehingga menyebabkan proses administrasi berjalan lambat, kurang transparan, dan berpotensi menimbulkan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pengajuan digital dengan pendekatan algoritma Finite State Machine (FSM) sebagai pengendali alur proses. FSM digunakan untuk memodelkan tahapan pengajuan ke dalam sejumlah state yang terdefinisi secara formal, yaitu diajukan, disetujui unit kerja, disetujui kepegawaian dan ditolak, beserta event dan fungsi transisi yang merepresentasikan perpindahan status secara terstruktur dan terkontrol. Metode penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan model FSM, implementasi sistem berbasis web, serta pengujian yang mencakup Black Box Testing dan validitas transisi FSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan FSM mampu mengontrol alur pengajuan secara konsisten, mengurangi potensi kesalahan proses, serta meningkatkan transparansi dan keterlacakan status pengajuan secara real-time. Selain itu, sistem yang dikembangkan menunjukkan kemampuan dalam menyederhanakan alur administrasi melalui pengelolaan status yang terstruktur. Dengan demikian, penerapan FSM memberikan kontribusi dalam mendukung keteraturan alur proses serta menunjukkan potensi peningkatan efisiensi dalam pengelolaan kepegawaian di lingkungan universitas. The promotion and position advancement process for employees and lecturers at Universitas Negeri Manado is still conducted manually, resulting in slow administrative processes, lack of transparency, and a higher potential for errors. This study aims to design and implement a digital submission system using the Finite State Machine (FSM) algorithm as the core mechanism for controlling the process flow. FSM is employed to model the submission stages into formally defined states, namely submitted, approved by the work unit, approved by the UNIMA personnel office, and rejected, along with events and transition functions that represent structured and controlled status changes. The research method includes requirement analysis, FSM model design, web-based system implementation, and system testing through Black Box Testing and FSM transition validity testing. The results indicate that the FSM model is capable of controlling the submission process consistently, reducing potential process errors, and improving transparency as well as real-time tracking of submission status. Furthermore, the developed system demonstrates the capability to simplify administrative workflows through structured state management. Thus, the implementation of the FSM contributes to improving the structure of process workflows and demonstrates the potential to enhance efficiency in personnel management within the university environment.