Mareta Asprianti
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENGEMBANGKAN KAJIAN HADIS DI ERA MODERN Suciati Fatimah; Mareta Asprianti; Azis Arifin
Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Salimiya
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/salimiya.v7i1.3013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam pengembangan kajian hadis di era modern, bentuk-bentuk implementasinya, serta tantangan dan solusi yang dihadapi dalam proses digitalisasi tersebut. Perkembangan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan Islam dan studi hadis. Transformasi digital tidak hanya mempermudah akses terhadap sumber-sumber ajaran Islam, tetapi juga mengubah metode penelitian dan pembelajaran hadis menjadi lebih interaktif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur terkait digitalisasi hadis dan penerapan teknologi dalam studi keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital berperan besar dalam memfasilitasi akses, pelestarian, serta analisis hadis melalui berbagai platform seperti Maktabah Syamilah, Ensiklopedi Hadis Kitab 9 Imam, dan aplikasi digital lainnya. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti machine learning, AI text recognition, dan data mining memungkinkan proses klasifikasi, takhrij, serta verifikasi sanad dan matan dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Meskipun demikian, digitalisasi hadis juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti risiko penyebaran hadis palsu, rendahnya literasi digital, dan isu validitas sumber. Oleh karena itu, diperlukan penerapan etika ilmiah dan keterlibatan para ulama agar keaslian dan kredibilitas kajian hadis tetap terjaga. Secara keseluruhan, hasil kajian ini menegaskan bahwa teknologi digital memiliki peran strategis dalam pengembangan studi hadis di era modern.
LIVING HADIS PADA TRADISI BUBUR SURO MASYARAKAT SAKETI PANDEGLANG Muhammad Fadzli; Mareta Asprianti; Muhammad Alif
Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Salimiya
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/salimiya.v7i1.3019

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi Bubur Suro yang dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Ciandur, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, sebagai bentuk perayaan Hari Asyura (10 Muharram) dan implementasi konsep living hadis dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat. Tradisi Bubur Suro merupakan praktik keagamaan yang memadukan kearifan lokal dengan nilai-nilai Islam, sehingga menjadi media aktualisasi ajaran hadis Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, pelaksanaan, makna simbolik, serta nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam tradisi Bubur Suro, sekaligus menganalisis relevansinya dengan konsep living hadis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi dan fenomenologi agama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat setempat, serta analisis dokumen pendukung. Data dianalisis secara induktif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai makna tradisi Bubur Suro bagi masyarakat Ciandur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berfungsi sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, dan identitas budaya masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bubur Suro mengandung nilai-nilai utama ajaran Islam, yaitu sedekah, silaturahmi, rasa syukur, dan dzikir. Nilai-nilai tersebut merefleksikan pengamalan hadis Nabi dalam konteks budaya lokal dan menjadi sarana peningkatan spiritualitas masyarakat. Dengan demikian, tradisi Bubur Suro dapat dipahami sebagai bentuk living hadis yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara agama, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Banten.