Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi pada ibu dan bayi apabila tidak terdeteksi serta ditangani secara dini. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung upaya deteksi dini dan pendampingan ibu hamil di tingkat masyarakat. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader masih menjadi kendala dalam pelaksanaan tugas tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Desa Wolasi dan Desa Mata Wolasi, Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi pelatihan, edukasi, simulasi, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 22 kader kesehatan terlibat sebagai peserta kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader pada aspek kehamilan risiko tinggi dari 62,4 menjadi 87,6 (40,4%), tanda bahaya kehamilan dari 58,7 menjadi 89,3 (52,1%), pendampingan ibu hamil dari 64,5 menjadi 90,1 (39,7%), dan mekanisme rujukan dari 60,8 menjadi 85,5 (40,6%). Pendampingan yang dilakukan kader juga meningkatkan kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) dari 65% menjadi 92%, konsumsi tablet tambah darah dari 58% menjadi 88%, pemahaman keluarga terhadap tanda bahaya kehamilan dari 42% menjadi 85%, serta kepemilikan rencana persalinan dari 55% menjadi 90%. Selain itu, terbentuk kelompok kader peduli kehamilan risiko tinggi sebagai upaya keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan melalui deteksi dini serta pendampingan ibu hamil risiko tinggi di masyarakat.