Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara Putri Rosanti Caesaria; indah; Sulfianti A. Yusuf; Noviana Hikmawati; Julian Jingsung
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.102

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi pada ibu dan bayi apabila tidak terdeteksi serta ditangani secara dini. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung upaya deteksi dini dan pendampingan ibu hamil di tingkat masyarakat. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader masih menjadi kendala dalam pelaksanaan tugas tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Desa Wolasi dan Desa Mata Wolasi, Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi pelatihan, edukasi, simulasi, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 22 kader kesehatan terlibat sebagai peserta kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader pada aspek kehamilan risiko tinggi dari 62,4 menjadi 87,6 (40,4%), tanda bahaya kehamilan dari 58,7 menjadi 89,3 (52,1%), pendampingan ibu hamil dari 64,5 menjadi 90,1 (39,7%), dan mekanisme rujukan dari 60,8 menjadi 85,5 (40,6%). Pendampingan yang dilakukan kader juga meningkatkan kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) dari 65% menjadi 92%, konsumsi tablet tambah darah dari 58% menjadi 88%, pemahaman keluarga terhadap tanda bahaya kehamilan dari 42% menjadi 85%, serta kepemilikan rencana persalinan dari 55% menjadi 90%. Selain itu, terbentuk kelompok kader peduli kehamilan risiko tinggi sebagai upaya keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan melalui deteksi dini serta pendampingan ibu hamil risiko tinggi di masyarakat.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara Putri Rosanti Caesaria; indah; Sulfianti A. Yusuf; Noviana Hikmawati; Julian Jingsung
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.102

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi pada ibu dan bayi apabila tidak terdeteksi serta ditangani secara dini. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung upaya deteksi dini dan pendampingan ibu hamil di tingkat masyarakat. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader masih menjadi kendala dalam pelaksanaan tugas tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Desa Wolasi dan Desa Mata Wolasi, Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi pelatihan, edukasi, simulasi, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 22 kader kesehatan terlibat sebagai peserta kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader pada aspek kehamilan risiko tinggi dari 62,4 menjadi 87,6 (40,4%), tanda bahaya kehamilan dari 58,7 menjadi 89,3 (52,1%), pendampingan ibu hamil dari 64,5 menjadi 90,1 (39,7%), dan mekanisme rujukan dari 60,8 menjadi 85,5 (40,6%). Pendampingan yang dilakukan kader juga meningkatkan kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) dari 65% menjadi 92%, konsumsi tablet tambah darah dari 58% menjadi 88%, pemahaman keluarga terhadap tanda bahaya kehamilan dari 42% menjadi 85%, serta kepemilikan rencana persalinan dari 55% menjadi 90%. Selain itu, terbentuk kelompok kader peduli kehamilan risiko tinggi sebagai upaya keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan melalui deteksi dini serta pendampingan ibu hamil risiko tinggi di masyarakat.
Efektivitas Pijat Tu Ina Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Usia 3–5 Tahun di Daerah Pesisir dan Kepulauan Sukmawati Sukmawati; Harni Harni; Sulfianti A. Yusuf; Putri Rosanti Caesaria; Julian Jingsung; Rania Fatrizza Pritami
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61332

Abstract

Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan nafsu makan balita adalah pijat Tui Na yang bekerja melalui stimulasi titik-titik meridian yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan pada balita usia 3–5 tahun di Desa Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 54 balita yang tercatat pada bulan Desember 2025. Sampel sebanyak 12 balita dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi balita usia 3–5 tahun, mengalami penurunan nafsu makan, dan berat badan tidak sesuai umur. Intervensi pijat Tui Na dilakukan selama 6 hari berturut-turut dengan durasi ±30 menit setiap sesi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian adalah Rata-rata skor nafsu makan sebelum intervensi sebesar 4,25±1,06 dan meningkat menjadi 8,08±1,08 setelah pemberian pijat Tui Na. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,002 (p<0,05), yang berarti terdapat peningkatan nafsu makan yang signifikan setelah intervensi. Adapun kesimpulan penelitian ini adalah Pijat Tui Na efektif meningkatkan nafsu makan pada balita usia 3–5 tahun di Desa Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan.