Era Society 5.0 membawa tantangan sekaligus peluang baru dalam pembentukan karakter generasi muda sebagai warga negara digital. Literasi digital menjadi instrumen penting dalam membentuk kesadaran kewarganegaraan yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam menumbuhkan kesadaran kewarganegaraan generasi muda di era Society 5.0 melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam rentang lima tahun terakhir, kemudian dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berperan dalam tiga aspek utama: (1) meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menyaring informasi hoaks dan disinformasi, (2) mendorong partisipasi aktif dalam ruang digital sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai kewarganegaraan, dan (3) membangun kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial, politik, dan budaya. Literasi digital bukan hanya soal keterampilan teknis, melainkan juga mencakup aspek etis dan tanggung jawab sosial dalam bermedia. Oleh karena itu, integrasi literasi digital ke dalam pendidikan kewarganegaraan menjadi hal yang krusial dalam mencetak generasi muda yang adaptif, kritis, dan berkarakter di era digital.