p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJEMA INLAW
Fatisah Hasibuan
Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Kompetensi Karyawan Untuk Menghadapi Era Digitalisasi Dina Soffi; Fatisah Hasibuan; Khoirani; Sonya Yohana Sinuraya
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 1 (2025): IJEMA - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pengembangan kompetensi karyawan dalam menghadapi era digitalisasi yang ditandai dengan perubahan signifikan dalam metode kerja dan manajemen organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis berbagai konsep dan teori terkait pengembangan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang inovatif dan berkelanjutan, serta pengembangan soft skills, sangat penting untuk meningkatkan kinerja karyawan. Selain itu, motivasi kerja juga berperan krusial dalam mendukung efektivitas pengembangan kompetensi. Dengan demikian, perusahaan perlu mengimplementasikan strategi yang komprehensif untuk mempersiapkan karyawan menghadapi tantangan di era digital.
Strategi Penerapan Nilai Pancasila Untuk Mencegah Korupsi Dikalangan Gen Alpha Melalui Pendidikan Salma Dwi Putri Ardina; Khoirani; Savina Fitri; Dinda faradilla; Fatisah Hasibuan
Indonesian Journal of Law Vol. 2 No. 1 (2025): INLAW - Januari 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam membangun karakter antikorupsi di kalangan generasi Alpha. Penelitian ini mengadopsi metode kajian literatur dengan meninjau 53 artikel jurnal yang terbit antara tahun 2015 hingga 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi utama yang relevan dengan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter antikorupsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen seperti religiusitas, gotong royong, keadilan sosial, dan integritas merupakan aspek utama yang sering diangkat dalam penelitian terkait penerapan nilai Pancasila. Selain itu, strategi penerapan yang sering dibahas melibatkan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, partisipasi aktif lembaga pendidikan, serta peran penting masyarakat dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif dalam membangun karakter antikorupsi generasi Alpha. Penelitian berikutnya dapat memperluas cakupan studi dan masa waktu penelitian serta mendalami analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi tren dan perubahan signifikan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di Indonesia.
Peran Media Sosial Dalam Membentuk Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara Sebagai Upaya Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Digital Salma Dwi; Silvia Anggraini; Safina Fitri; Fatisah Hasibuan; Ahmad Bakri
Indonesian Journal of Law Vol. 2 No. 8 (2025): INLAW - JULI 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap komunikasi dan interaksi sosial, termasuk dalam ranah pendidikan kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis peran media sosial dalam membentuk kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan warga negara, khususnya generasi muda, melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional dan internasional, artikel akademik, serta laporan penelitian dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat identitas nasional, serta memfasilitasi partisipasi aktif dalam diskursus publik. Namun, media sosial juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, polarisasi opini, dan degradasi etika digital. Oleh karena itu, revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) perlu dilakukan dengan pendekatan yang kontekstual, integratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Integrasi media sosial sebagai instrumen pembelajaran yang kritis dan reflektif dapat menjadi solusi untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan.