This Author published in this journals
All Journal IJEMA
Welmy Nahuway
Universitas Pelita Harapan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Motivasi Kerja Sebagai Mediator Dalam Hubungan Antara Faktor Manajemen SDM dan Kinerja Karyawan: Studi Empiris pada PT. Pegadaian Cabang Sentani Welmy Nahuway; Yanuar Dananjaya
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 6 (2025): IJEMA - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran motivasi kerja sebagai mediator dalam hubungan antara faktor manajemen SDM (penghargaan, sanksi, disiplin kerja, lingkungan kerja) dan kinerja karyawan pada PT Pegadaian Cabang Sentani, mengingat minimnya pemahaman tentang efektivitas praktik manajemen SDM dalam konteks BUMN yang beroperasi di daerah terpencil dengan karakteristik budaya Papua yang unik. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menggunakan sampling jenuh terhadap 60 karyawan, dengan data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan hipotesis yang diuji, empat didukung secara empiris, dimana disiplin kerja merupakan satu-satunya prediktor langsung kinerja karyawan (t=3.653; p=0.001), motivasi kerja berperan sebagai mediator kunci (t=5.477; p=0.000) dengan kemampuan prediksi model sebesar 87.6%, penghargaan berpengaruh terhadap motivasi (t=3.041; p=0.004) namun tidak langsung terhadap kinerja, lingkungan kerja mempengaruhi motivasi (t=2.223; p=0.030), sementara sanksi tidak berpengaruh signifikan terhadap keduanya. Temuan ini mengonfirmasi bahwa konteks budaya Papua dan geografis terpencil mempengaruhi efektivitas praktik HRM, menantang universalitas teori motivasi klasik, sehingga strategi peningkatan kinerja harus fokus pada penguatan disiplin kerja dan optimalisasi motivasi melalui sistem penghargaan yang sesuai konteks budaya lokal, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan manajemen SDM di BUMN daerah terpencil.