Penelitian mengenai kinerja keuangan sektor publik menunjukkan perkembangan yang signifikan. Akan tetapi, studi yang khusus menggunakan pendekatan Value for Money di tingkat pemerintah daerah masih cukup jarang, terutama dalam konteks perubahan yang terjadi pasca pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah antara tahun 2020-2024 dengan menerapkan pendekatan Value for Money yang mencakup aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Dalam penelitian ini, diterapkan metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang terdiri dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Analisis dilakukan dengan menghitung Rasio Efektivitas dan efisiensi, dan menafsirkan tren kinerja selama lima tahun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan daerah mengalami perubahan dari fase tekanan pada tahun 2020-2021, menuju fase pemulihan antara tahun 2022-2023, dan akhirnya mencapai optimalitas pada tahun 2024. Rasio efektivitas menunjukkan peningkatan yang signifikan, melampaui 100%, sedangkan rasio efisiensi tetap berada di bawah 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah mampu meningkatkan pendapatan tanpa adanya pengeluaran yang berlebihan. Namun, tingkat efisiensi yang tinggi mengindikasikan adanya potensi pengeluaran yang belum dimanfaatkan secara maksimal, yang perlu diteliti lebih lanjut terkait dampaknya terhadap kualitas layanan publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat penerapan pendekatan Value for Money sebagai cara untuk mengevaluasi kinerja sektor publik, tidak hanya dengan fokus pada penggunaan anggaran tetapi juga pada kualitas pengelolaan tersebut