Hendra Husnusalam
IKIP Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Kekuasaan dalam Debat Presiden: Analisis Wacana Kritis pada Debat Biden-Trump di Case Western Reserve Via Nugraha; Hendra Husnusalam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8252

Abstract

This study examines the dynamics of power in the presidential debate between Joe Biden (JB) and Donald Trump (DT) held at Case Western Reserve University, employing a Critical Discourse Analysis (CDA) approach. The aim of this research is to identify how language is used to construct and maintain power, as well as how each candidate’s rhetorical strategies influence public discourse and reflect their political ideologies. The method involves thematic analysis of the debate transcript to explore language use, interruptions, and discursive patterns. The findings reveal that Trump employed aggressive strategies and direct attacks to dominate discussion, whereas Biden used inclusive and empathetic language to construct a positive public image. The study also reveals that the debate functioned as a platform for reinforcing each candidate’s political ideology). This research offers insight into how language in political debates can influence public opinion and the dynamic of power. Abstrak Penelitian ini mengkaji dinamika kekuasaan dalam debat presiden antara Joe Biden dan Donald Trump yang berlangsung di Case Western Reserve University dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penggunaan bahasa untuk membangun dan mempertahankan kekuasaan, serta bagaimana strategi retorika masing-masing kandidat mempengaruhi wacana publik dan mencerminkan ideologi politik mereka. Metode yang digunakan melibatkan analisis tematik terhadap transkrip debat untuk mengeksplorasi penggunaan bahasa, interupsi, dan pola diskursif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trump menggunakan strategi agresif dan serangan langsung untuk mendominasi diskusi, sementara Biden menerapkan bahasa inklusif dan empatik untuk membangun citra positif. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa debat berfungsi sebagai platform untuk memperkuat ideologi politik masing-masing kandidat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa dalam debat politik dapat mempengaruhi opini publik dan dinamika kekuasaan.