Cahyo Yusuf
Balai Bahasa Jawa Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Durasi sebagai Pemarkah Akustik Prefiks [di-], [kə-] dan Preposisi [di], [kə] dalam Bahasa Indonesia Cahyo Yusuf; Yusup Irawan; Yanti Sariasih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8269

Abstract

This study aims to prove that duration can be a marker for [di] and [kə] as prefixes and prepositions. In addition, this study aims to find acoustic markers of duration in both grammatical categories. Recording data was obtained from the speech of ten participants. Data were analyzed using the inductive approach. Then, with the help of the Praat application, acoustic measurements were carried out in the waveform window and spectrogram in the constituents [di] and [kə] as prefixes and prepositions as well as the silence after them. The results show that duration can be a grammatical marker [di] and [kə] as prefixes and prepositions. The prefix markers [di] and [kə] are in the range of 50--100 milliseconds, while the preposition markers [di] and [kə] are in the range of 150--200 milliseconds. The marker for the duration of the silence between the prefix and the root word is in the range of 40-80 milliseconds. The marker for the duration of the silence between the preposition and the next word is in the range 100-150. Prefix markers are shorter than preposition markers. This research contributes to the description of Indonesian in suprasegmental aspects. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa durasi dapat menjadi pemarkah [di] dan [kə] sebagai prefiks dan preposisi. Selain itu, penelitian ini bertujuan menemukan pemarkah akustik durasi pada kedua kategori gramatika tersebut. Data rekaman diperoleh dari tuturan sepuluh partisipan. Data dianalisis dengan pendekatan induktif. Kemudian, dengan bantuan aplikasi Praat dilakukan pengukuran akustik pada jendela waveform dan spektrogram di konstituen [di] dan [kə] sebagai prefiks dan preposisi serta kesenyapan setelahnya. Hasil menunjukkan bahwa durasi dapat menjadi pemarkah gramatikal [di] dan [kə] sebagai prefiks dan preposisi. Pemarkah prefiks [di] dan [kə] berada di rentang 50--100 milidetik, sedangkan pemarkah preposisi [di] dan [kə] berada di rentang 150--200 milidetik. Pemarkah durasi kesenyapan di antara prefiks dan kata dasar berada para rentang 40--80 milidetik. Pemarkah durasi kesenyapan di antara preposisi dan kata selanjutnya berada di rentang 100--150. Pemarkah prefiks lebih pendek daripada pemarkah preposisi. Penelitian ini berkontribusi terhadap deskripsi bahasa Indonesia pada aspek suprasegmental.