Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa

Durasi sebagai Pemarkah Akustik Prefiks [di-], [kə-] dan Preposisi [di], [kə] dalam Bahasa Indonesia

Cahyo Yusuf (Balai Bahasa Jawa Barat)
Yusup Irawan (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Yanti Sariasih (Universitas Tidar)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2025

Abstract

This study aims to prove that duration can be a marker for [di] and [kə] as prefixes and prepositions. In addition, this study aims to find acoustic markers of duration in both grammatical categories. Recording data was obtained from the speech of ten participants. Data were analyzed using the inductive approach. Then, with the help of the Praat application, acoustic measurements were carried out in the waveform window and spectrogram in the constituents [di] and [kə] as prefixes and prepositions as well as the silence after them. The results show that duration can be a grammatical marker [di] and [kə] as prefixes and prepositions. The prefix markers [di] and [kə] are in the range of 50--100 milliseconds, while the preposition markers [di] and [kə] are in the range of 150--200 milliseconds. The marker for the duration of the silence between the prefix and the root word is in the range of 40-80 milliseconds. The marker for the duration of the silence between the preposition and the next word is in the range 100-150. Prefix markers are shorter than preposition markers. This research contributes to the description of Indonesian in suprasegmental aspects. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa durasi dapat menjadi pemarkah [di] dan [kə] sebagai prefiks dan preposisi. Selain itu, penelitian ini bertujuan menemukan pemarkah akustik durasi pada kedua kategori gramatika tersebut. Data rekaman diperoleh dari tuturan sepuluh partisipan. Data dianalisis dengan pendekatan induktif. Kemudian, dengan bantuan aplikasi Praat dilakukan pengukuran akustik pada jendela waveform dan spektrogram di konstituen [di] dan [kə] sebagai prefiks dan preposisi serta kesenyapan setelahnya. Hasil menunjukkan bahwa durasi dapat menjadi pemarkah gramatikal [di] dan [kə] sebagai prefiks dan preposisi. Pemarkah prefiks [di] dan [kə] berada di rentang 50--100 milidetik, sedangkan pemarkah preposisi [di] dan [kə] berada di rentang 150--200 milidetik. Pemarkah durasi kesenyapan di antara prefiks dan kata dasar berada para rentang 40--80 milidetik. Pemarkah durasi kesenyapan di antara preposisi dan kata selanjutnya berada di rentang 100--150. Pemarkah prefiks lebih pendek daripada pemarkah preposisi. Penelitian ini berkontribusi terhadap deskripsi bahasa Indonesia pada aspek suprasegmental.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jurnal_ranah

Publisher

Subject

Description

https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope ...