Simon Sitoto
Universitas Hasanuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Struktur dan Makna Simbol dalam Prosesi Rampanan Kapa': Perspektif Semiotika dan Antropolinguistik Naomi Patiung; Simon Sitoto; Yeheskiel Marewa; Agussalim Waangsir
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8533

Abstract

This study aims to analyze the structure and symbolic meaning of utterances in the Torajan traditional wedding ceremony known as rampanan kapa'. Data comprising 20 ritual utterances were collected through participant observation and documentation, with 10 utterances selected as the research sample using purposive sampling. The analysis was conducted qualitatively by integrating Saussurean and Peircean semiotic frameworks with an anthropolinguistic perspective encompassing the concepts of performance, indexicality, and participation. The findings reveal three key results: (1) ritual utterances in rampanan kapa' exhibit syntagmatic parallelism structures that construct meaning linearly across the stages of opening, customary negotiation, and closing; (2) paradigmatically, lexical choices in traditional speech are constrained yet symbolically rich, with natural symbols such as bamboo, sugar palm fiber, and arenga palm, as well as heirloom objects such as the keris and rooster, representing values of honor, fidelity, and family continuity; and (3) the meaning of ritual utterances cannot be understood literally, but must be interpreted within the cultural system of Torajan society transmitted across generations. This study affirms that ritual language in rampanan kapa' functions simultaneously as a medium of customary communication, a system for transmitting cultural values, and a representation of Torajan social identity. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan makna simbol dalam tuturan prosesi perkawinan adat Toraja yang dikenal sebagai rampanan kapa'. Data berupa 20 tuturan ritual yang diperoleh melalui observasi partisipan dan dokumentasi, kemudian dipilih 10 tuturan sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengintegrasikan pendekatan semiotika Saussure dan Peirce serta perspektif antropolinguistik yang mencakup konsep performansi, indeksikalitas, dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) tuturan ritual rampanan kapa' memiliki struktur paralelisme sintagmatik yang membentuk makna secara linear melalui tahapan pembukaan, negosiasi adat, hingga penutup; (2) secara paradigmatik, pilihan leksikal dalam tuturan adat bersifat terbatas namun sarat nilai simbolik, di mana simbol alam seperti bambu, ijuk, dan enau serta benda pusaka seperti keris dan ayam jantan merepresentasikan nilai kehormatan, kesetiaan, dan keberlangsungan keluarga; dan (3) makna tuturan ritual tidak dapat dipahami secara literal, melainkan harus ditafsirkan dalam konteks sistem budaya masyarakat Toraja yang mewarisinya secara turun-temurun. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa ritual dalam rampanan kapa' berfungsi sekaligus sebagai media komunikasi adat, sistem pewarisan nilai budaya, dan representasi identitas sosial masyarakat Toraja.