Aktivitas penambangan terbuka seringkali menghadapi permasalahan genangan air akibat curah hujan dan limpasan permukaan yang mengalir menuju sump. Kondisi ini juga dialami oleh PT Anugerah Covindo Indonesia (ACI) yang beroperasi di pit barat, di mana volume air di sump meningkat hingga 22.004,73 m³, melebihi kapasitas sump sebesar 14.400 m³. Air limpasan dari catchment area seluas 424.600 m² menjadi sumber utama masuknya air ke sump. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual sistem pemompaan serta mengevaluasi alternatif percepatan pengeringan melalui peningkatan RPM, penambahan unit pompa, dan pengaturan jam operasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terapan dengan data primer berupa elevasi inlet–outlet, panjang pipa, kecepatan aliran, diameter pipa, sudut belokan pipa, dan luas catchment area, serta data sekunder berupa peta topografi, spesifikasi pompa, kapasitas sump, dan curah hujan. Analisis curah hujan rencana dilakukan menggunakan metode Log Pearson III, intensitas hujan dengan rumus Mononobe, dan debit aktual dengan metode volumetrik. Hasil perhitungan menunjukkan debit air masuk ke sump sebesar 300 m³/jam, sedangkan dua unit pompa yang beroperasi hanya mampu mengalirkan 410,13 m³/jam dengan waktu kerja 15 jam/hari, sehingga sump diperkirakan kering dalam 11,32 hari. Berdasarkan hasil evaluasi, dua rekomendasi paling efektif dalam mempercepat pengeringan sump adalah penambahan satu unit pompa Multiflo 385 HP yang menurunkan waktu pengeringan menjadi 4,25 hari, atau perpanjangan jam operasional menjadi 22 jam/hari dengan waktu pengeringan 4,57 hari.