p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Lagowa, M. I.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERCEPATAN PENGERINGAN SUMP MELALUI OPTIMALISASI SISTEM PEMOMPAAN DI PT ANUGERAH COVINDO INDONESIA Rahmi, D.; Lagowa, M. I.; Hakim, M. E.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.2927

Abstract

Aktivitas penambangan terbuka seringkali menghadapi permasalahan genangan air akibat curah hujan dan limpasan permukaan yang mengalir menuju sump. Kondisi ini juga dialami oleh PT Anugerah Covindo Indonesia (ACI) yang beroperasi di pit barat, di mana volume air di sump meningkat hingga 22.004,73 m³, melebihi kapasitas sump sebesar 14.400 m³. Air limpasan dari catchment area seluas 424.600 m² menjadi sumber utama masuknya air ke sump. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual sistem pemompaan serta mengevaluasi alternatif percepatan pengeringan melalui peningkatan RPM, penambahan unit pompa, dan pengaturan jam operasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terapan dengan data primer berupa elevasi inlet–outlet, panjang pipa, kecepatan aliran, diameter pipa, sudut belokan pipa, dan luas catchment area, serta data sekunder berupa peta topografi, spesifikasi pompa, kapasitas sump, dan curah hujan. Analisis curah hujan rencana dilakukan menggunakan metode Log Pearson III, intensitas hujan dengan rumus Mononobe, dan debit aktual dengan metode volumetrik. Hasil perhitungan menunjukkan debit air masuk ke sump sebesar 300 m³/jam, sedangkan dua unit pompa yang beroperasi hanya mampu mengalirkan 410,13 m³/jam dengan waktu kerja 15 jam/hari, sehingga sump diperkirakan kering dalam 11,32 hari. Berdasarkan hasil evaluasi, dua rekomendasi paling efektif dalam mempercepat pengeringan sump adalah penambahan satu unit pompa Multiflo 385 HP yang menurunkan waktu pengeringan menjadi 4,25 hari, atau perpanjangan jam operasional menjadi 22 jam/hari dengan waktu pengeringan 4,57 hari.
PERENCANAAN TEKNIS REKLAMASI PADA LAHAN DISPOSAL PT ALAM SEMESTA SUKSES BATUBARA Icwanusafa, A.; Lagowa, M. I.; Wiratama, J.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3233

Abstract

PT Alam Semesta Sukses Batubara memiliki lahan bekas tambang yaitu lahan disposal 2, namun kegiatan reklamasi belum terlaksana pada lahan seluas 7,85 ha tersebut. Area disposal dibiarkan tanpa upaya reklamasi yang memadai selama kurang lebih satu tahun. Penelitian ini bertujuan merencanakan teknis reklamasi pada disposal 2 PT ASSB, berfokus pada analisis produktivitas dan estimasi waktu kerja penataan lahan dan penebaran topsoil serta perhitungan dimensi saluran terbuka untuk pengendalian erosi. Metode penelitian dilakukan melalui analisis kuantitatif teknis penataan lahan dan perhitungan produktivitas alat mekanis berdasarkan observasi waktu edar alat serta efisiensi kerja di lapangan. Selain itu, pemodelan hidrologi digunakan untuk menentukan dimensi saluran terbuka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan volume timbunan overburden untuk penutupan alur erosi dan penataan lahan mencapai 46.084 LCM dengan RL ±69, geometri disposal direncanakan dengan tinggi jenjang 5 m, lebar 8 m, dan single slope 15°. Kegiatan penebaran topsoil setebal 50 cm luasan 7,85 ha membutuhkan volume 39.250 m³, estimasi pengerjaan 310 jam menggunakan satu unit excavator, empat unit dump truck, dan satu unit bulldozer. Rencana revegetasi meliputi penanaman 1.123 bibit kelapa sawit, 55 kg bibit cover crops, dan 314 bibit tanaman sisipan petai, yang secara keseluruhan memerlukan total waktu penanaman 377,46 jam. Selain itu, direncanakan saluran terbuka sebagai upaya pengendalian limpasan air hujan pada area reklamasi. Pemeliharaan reklamasi dilakukan melalui pemupukan secara terukur sehingga kebutuhan unsur hara terpenuhi.