This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Hakim, M. E.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS VARIASI PENAKSIRAN SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT DAN ORDINARY KRIGING Yulanda, Y. A.; Hakim, M. E.; Arafat, R.; ., Ericson
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i2.1442

Abstract

Penaksiran sumberdaya batubara merupakan tahapan penting dalam kegiatan industri pertambangan batubara. Terdapat dua jenis metode yang lazim digunakan dalam penaksiran sumber daya yaitu Metode Inverse Distance Weight (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Kedua metode tersebut menggunakan sistem grid blok dalam penaksiran. Beberapa penelitian sebelumnya cenderung hanya memperlihatkan perbedaan selisih pada nilai total hasil penaksiran. Belum ditemukan penelitian yang memperlihatkan nilai variasi pada setiap grid blok estimasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi nilai kedua metode tersebut pada setiap grid blok. Adapun data yang menjadi objek penaksiran adalah ketebalan batubara (coal thickness). Di dalam penelitian ini, kedua metode juga akan membandingkan tonase sumber daya batubara guna mengetahui perbedaan hasil perhitungan sumber daya. Data penelitian berupa 60 titik bor eksplorasi yang diolah menggunakan perangkat lunak perhitungan sumber daya batubara. Berdasarkan hasil penaksiran sumber daya batubara menggunakan Metode IDW diperoleh jumlah sumber daya batubara sebesar 49.101.422 Ton. Perolehan sumber daya batubara hasil kalkulasi Metode IDW menunjukkan selisih yang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penggunaan Metode Ordinary Kriging yang menunjukkan nilai sebesar 47.521.660 Ton. Variasi nilai estimasi yang dihasilkan kedua metode tersebut rata-rata berkisar 3%.
PERCEPATAN PENGERINGAN SUMP MELALUI OPTIMALISASI SISTEM PEMOMPAAN DI PT ANUGERAH COVINDO INDONESIA Rahmi, D.; Lagowa, M. I.; Hakim, M. E.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.2927

Abstract

Aktivitas penambangan terbuka seringkali menghadapi permasalahan genangan air akibat curah hujan dan limpasan permukaan yang mengalir menuju sump. Kondisi ini juga dialami oleh PT Anugerah Covindo Indonesia (ACI) yang beroperasi di pit barat, di mana volume air di sump meningkat hingga 22.004,73 m³, melebihi kapasitas sump sebesar 14.400 m³. Air limpasan dari catchment area seluas 424.600 m² menjadi sumber utama masuknya air ke sump. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual sistem pemompaan serta mengevaluasi alternatif percepatan pengeringan melalui peningkatan RPM, penambahan unit pompa, dan pengaturan jam operasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terapan dengan data primer berupa elevasi inlet–outlet, panjang pipa, kecepatan aliran, diameter pipa, sudut belokan pipa, dan luas catchment area, serta data sekunder berupa peta topografi, spesifikasi pompa, kapasitas sump, dan curah hujan. Analisis curah hujan rencana dilakukan menggunakan metode Log Pearson III, intensitas hujan dengan rumus Mononobe, dan debit aktual dengan metode volumetrik. Hasil perhitungan menunjukkan debit air masuk ke sump sebesar 300 m³/jam, sedangkan dua unit pompa yang beroperasi hanya mampu mengalirkan 410,13 m³/jam dengan waktu kerja 15 jam/hari, sehingga sump diperkirakan kering dalam 11,32 hari. Berdasarkan hasil evaluasi, dua rekomendasi paling efektif dalam mempercepat pengeringan sump adalah penambahan satu unit pompa Multiflo 385 HP yang menurunkan waktu pengeringan menjadi 4,25 hari, atau perpanjangan jam operasional menjadi 22 jam/hari dengan waktu pengeringan 4,57 hari.
KAJIAN PETROLOGI, GEOKIMIA, DAN POTENSI MINERAL STRATEGIS PADA FORMASI GRANIT TANTAN, GEOPARK MERANGIN, JAMBI Yulanda, Y. A.; Wiratama, J.; Hakim, M. E.; Seprizal, M. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3205

Abstract

Granitoid merupakan salah satu batuan yang berpotensi membawa mineral strategis, seperti tembaga, timah dan aluminium, yang perannya semakin krusial sebagai komponen kunci dalam pengembangan teknologi modern di era transisi energi dan digitalisasi global. Formasi Granit Tantan (Batuan Granitoid) yang tersingkap di kawasan Geopark Merangin menjadi bukti adanya proses magmatisme dan potensi mineralisasi hidrotermal. Meskipun demikian, penelitian karakteristik granit Tantan berdasarkan petrografi dan geokimia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter petrologi, geokimia, serta potensi mineralisasi logam dasar pada Formasi Granit Tantan melalui analisis petrografi, mineragrafi, XRF, dan XRD terhadap tiga sampel batuan yang diambil dari Situs Air Batu (AB), Teluk Tilan (TL), dan Jeram Ladeh (JL) menggunakan metode grab dan chip sampling. Hasil analisis petrografi menunjukkan komposisi Kuarsa 41–51%, Plagioklas 24–43%, dan mineral mafik 8–35%, dengan klorit sebagai mineral indikator alterasi propilitik. Analisis mineragrafi mengidentifikasi keterdapatan kalkopirit (0,1%), covelit (<0.1%), pirit (1,1%), magnetit (2,9%), dan hematit (1,2%) yang menunjukkan bukti adanya sistem mineralisasi hidrotermal. Hasil XRF menunjukkan rasio A/CNK (0,99–1,28), dua sampel (AB dan JL) diklasifikasikan sebagai granit tipe-I (metaluminous), sedangkan satu sampel (TL) tergolong granit tipe-S (peraluminous). Anomali keterdapatan mineralisasi Cu pada granit tipe-S diinterpretasikan sebagai hasil kontaminasi magma atau aktivitas hidrotermal pascaintrusi. Kombinasi granit tipe-I, bukti langsung Kalkopirit, adanya supergen enrichment dan penanda alterasi Klorit menegaskan indikasi kuat terhadap potensi mineralisasi logam strategis Tembaga (Cu). Formasi Granit Tantan penting dalam memahami evolusi magmatisme dan memiliki nilai strategis di kawasan Geopark Merangin.