Rasio Poisson adalah parameter deformabilitas yang bersifat dinamis dan dapat berubah terhadap tegangan, akan tetapi sering kali dianggap memiliki nilai yang konstan dalam analisis geoteknik. Pengabaian terhadap sifat dinamis dan penggunaan model tanpa kalibrasi pada batuan berpori fatal terhadap akurasi prediksi deformasi dan keamanan lubang bukaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyesuaikan dan memodifikasi model empiris universal yang telah diusulkan oleh Narimani, et al. (2025) agar sesuai dengan karakteristik batu gamping (limestone) dari Formasi Sentolo, khususnya area bekas tambang bawah tanah Kalilingseng. Metode eksperimental kuantitatif mengacu pada standar International Society for Rock Mechanics (ISRM, 2007) untuk pengujian kuat tekan uniaksial (UCS) dengan pengukuran kontinu tegangan aksial dan regangan lateral untuk analisis deformasi yang presisi. Analisis data memperlihatkan bahwa model asli dengan rentang sudut tangen 160° terlalu sensitif dan menghasilkan prediksi yang terlalu tinggi (overestimasi) pada batuan di area penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan modifikasi fungsi tangen dengan mempersempit rentang sudut menjadi 140(σ/σc) – 70. Hasil penyesuaian kurva menunjukan bahwa model modifikasi ini, dengan konstanta terkalibrasi A=0,26 dan B=20 untuk metode secan, A=0,27 dan B=20, A=0,31 dan B=10 untuk Tangen, A=0,27 dan B= 20 untuk rata-rata, dapat memprediksi perubahan Rasio Poisson dengan akurasi yang lebih baik dibandingkan model aslinya. Validasi statistik menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) rata- rata sebesar 32% dibandingkan dengan model aslinya. Model modifikasi ini direkomendasikan untuk prediksi deformasi lateral yang lebih realistis dalam desain geoteknik pada batuan sedimen lunak.