This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Pontus, A. J.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ROCK QUALITY DESIGNATION DAN GEOLOGICAL STREGTH INDEKS BATUAN FORMASI KAMPUNGBARU, DAERAH BATUAH, KUTAI KARTANEGARA Pontus, A. J.; Fauziah, T. P. H.; Trides, T.; Oktaviani, R.; Winonazada, R.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i2.3290

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik massa batuan pada Formasi Kampungbaru di daerah Batuah, Kutai Kartanegara berdasarkan parameter Rock Quality Designation (RQD) dan Geological Strength Index (GSI). Penelitian ini penting dilakukan karena kualitas massa batuan menjadi parameter utama dalam evaluasi kondisi geoteknik dan perencanaan kestabilan lereng pada kegiatan penambangan. Selain itu, kajian mengenai distribusi kualitas massa batuan berdasarkan dua titik pengeboran geoteknik pada Formasi Kampungbaru masih perlu dikembangkan untuk memperoleh gambaran kondisi massa batuan yang lebih representatif. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif kuantitatif melalui pengeboran geoteknik dengan metode full coring pada dua titik bor, yaitu DH-01 dan DH-02 dengan total kedalaman 109,64 m. Data yang dianalisis meliputi litologi, core recovery, nilai RQD, dan nilai GSI berdasarkan hasil logging inti bor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan pada zona dekat permukaan umumnya berada pada kategori very poor hingga poor akibat tingkat pelapukan yang tinggi dan intensitas diskontinuitas yang besar. Seiring bertambahnya kedalaman, nilai RQD meningkat hingga kategori fair sampai excellent, sedangkan nilai GSI meningkat dari kategori rendah menjadi good hingga very good. Peningkatan kualitas massa batuan dipengaruhi oleh menurunnya tingkat pelapukan dan berkurangnya pengaruh faktor eksternal seperti air permukaan dan oksidasi sehingga batuan menjadi lebih kompak dan utuh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi kondisi geoteknik dan pendukung perencanaan kestabilan lereng pada kegiatan penambangan di daerah penelitian.