Aktivitas penggalian ulang re-mining pada material timbunan out-of-pit dump (OPD) Mahayung PT Bukit Asam Tbk dilakukan untuk mengekspos cadangan batubara ekonomis yang belum tertambang. Penggalian ini memiliki risiko geoteknik yang tinggi akibat heterogenitas material dan potensi pemotongan kaki lereng (toe cutting) timbunan yang mereduksi tahanan geser dan menurunkan nilai FK yang berpotensi memicu kelongsoran. Penelitian ini mengevaluasi kestabilan lereng re-mining pada tiga penampang sayatan (A–A’, B–B’, dan C–C’) melalui pendekatan integratif parameter kuat geser drained dan undrained. Metodologi penelitian menggabungkan investigasi lapangan berupa 14 titik Standard Penetration Test (SPT) dengan kedalaman investigasi 23-80 meter dan uji laboratorium (Triaxial UU serta Direct Shear). Kebaruan penelitian ini terletak pada pemodelan parameter kuat geser tak terdrainase sebagai fungsi kedalaman, Su(z), yang dikalibrasi berdasarkan hubungan SPT–UU untuk merepresentasikan profil kekuatan aktual akibat proses konsolidasi timbunan. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) pada perangkat lunak SLOPE/W menggunakan (Drained Mohr-Coulomb) dan (Undrained Su(z)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Su(z) memberikan estimasi Faktor Keamanan (FK) yang lebih konservatif, dengan deviasi penurunan FK −22,75% hingga −33,46% dibandingkan asumsi drained Mohr-Coulomb. Identifikasi bidang gelincir kritis menunjukkan bahwa stabilitas sangat sensitif terhadap pemotongan kaki lereng. Integrasi profil Su(z) berfungsi untuk mencegah estimasi kestabilan lereng yang terlalu optimis (over-estimate) sehingga menjadi parameter krusial dalam menjamin operasional re-mining yang aman.