p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sartika Rajagukguk
Politeknik Negeri Subang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital Edukasi Upaya dalam Mengatasi Hambatan dan Meningkatkan Persepsi Health Belief Model Terhadap Kepatuhan Imunisasi Dasar Dzikra Fitria Amita; Helza Risdianti; Tsania Ayu Zaharany; Aurellia Firstania; Sartika Rajagukguk; Suprayogi Suprayogi; Sarah Syaheera; Zahra Putri Satibi; Nova Nurazizah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62796

Abstract

Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Subang periode Januari–Agustus 2025 baru mencapai 56%, dipicu rendahnya literasi, misinformasi, dan kekhawatiran ibu terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi "Sapa Ibu", yaitu edukasi digital, dalam meningkatkan persepsi ibu berdasarkan Health Belief Model dan kepatuhan terhadap imunisasi dasar lengkap. Penelitian menggunakan rancangan quasi experimental dengan desain one-group pretest-posttest pada 48 ibu yang memiliki anak usia 0–5 tahun, dipilih secara purposive sampling. Instrumen diadaptasi dari kuesioner ICHBM dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan kemaknaan p < 0,05. Hasil menunjukkan proporsi ibu berpersepsi positif meningkat dari 3 responden (6,3%) menjadi 24 responden (50,0%), dengan rata-rata skor naik dari 1,0625 menjadi 1,5000. Uji Wilcoxon memperoleh Z = −4,379 dengan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan bermakna persepsi ibu sebelum dan sesudah intervensi. Kepatuhan imunisasi meningkat dari 20 responden (41,7%) menjadi 28 responden (58,3%). Disimpulkan bahwa inovasi "Sapa Ibu" efektif meningkatkan persepsi Health Belief Model dan kepatuhan ibu terhadap imunisasi dasar lengkap, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan rutin posyandu disertai penguatan berulang dan sistem pengingat jadwal
Penerapan Sistem Monitoring Hand Hygiene Berbasis Internet of Things (IoT) terhadap Kepatuhan Perawat Di Rumah Sakit X Tsania Ayu Zaharany; Aurellia Firstania; Ade Irma Rizmayanti; Sartika Rajagukguk; Helza Risdianti; Dzikra Fitria Amita; Annisa Pratiwi Gunawan; Suprayogi Suprayogi; Khairun Nisa; Riska Irma Wulansari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62982

Abstract

Tingginya angka kejadian Healthcare Associated Infections (HAIs) di rumah sakit berhubungan erat dengan rendahnya kepatuhan perawat dalam melakukan kebersihan tangan. Metode pengawasan observasi manual terbukti memiliki keterbatasan, khususnya rentan terhadap bias dan pengaruh Hawthorne effect. Pengembangan Internet of Things (IoT) dimanfaatkan untuk deteksi aktivitas kebersihan tangan secara otomatis dengan tingkat akurasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem pemantauan kebersihan tangan berbasis Internet of Things (IoT) terhadap kepatuhan perawat. Desain penelitian yakni Quasi ekperimen dengan pendekatan diterapkan one group pre test-post test design pada 38 perawat dipilih secara total sampling di Rumah Sakit yang memiliki angka HAIs tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kepatuhan pada fase pra-intervensi melalui observasi manual mencapai 92,53% (SD = 0,04), sedangkan rerata kepatuhan pada fase pasca-intervensi menggunakan monitoring IoT tercatat sebesar 41,68% (SD = 22,96). Penurunan signifikan pada awal pengaktifan IoT (dari 92,50% menjadi 16,67% pada minggu ke-3) mencerminkan koreksi bias akibat Hawthorne effect. Analisis menunjukkan perubahan peningkatan kepatuhan pasca-intervensi yang signifikan ( p = 0,041). Monitoring berbasis IoT efektif untuk menghilangkan bias pengawasan manual serta mendorong peningkatan kepatuhan kebersihan tangan perawat secara berkelanjutan