Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Subang periode Januari–Agustus 2025 baru mencapai 56%, dipicu rendahnya literasi, misinformasi, dan kekhawatiran ibu terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi "Sapa Ibu", yaitu edukasi digital, dalam meningkatkan persepsi ibu berdasarkan Health Belief Model dan kepatuhan terhadap imunisasi dasar lengkap. Penelitian menggunakan rancangan quasi experimental dengan desain one-group pretest-posttest pada 48 ibu yang memiliki anak usia 0–5 tahun, dipilih secara purposive sampling. Instrumen diadaptasi dari kuesioner ICHBM dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan kemaknaan p < 0,05. Hasil menunjukkan proporsi ibu berpersepsi positif meningkat dari 3 responden (6,3%) menjadi 24 responden (50,0%), dengan rata-rata skor naik dari 1,0625 menjadi 1,5000. Uji Wilcoxon memperoleh Z = −4,379 dengan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan bermakna persepsi ibu sebelum dan sesudah intervensi. Kepatuhan imunisasi meningkat dari 20 responden (41,7%) menjadi 28 responden (58,3%). Disimpulkan bahwa inovasi "Sapa Ibu" efektif meningkatkan persepsi Health Belief Model dan kepatuhan ibu terhadap imunisasi dasar lengkap, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan rutin posyandu disertai penguatan berulang dan sistem pengingat jadwal