Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Algoritma Apriori Untuk Analisis Pola Pembelian Pada Data Transaksi Warung Kelontong Maju Jaya Durrotun Nafisah; Dian Asriningati; Seila Desy Maulia; M. Alvino Bintang P; Muhammad Arifin
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1033

Abstract

Warung kelontong merupakan salah satu unit usaha mikro yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, sebagian besar pengelolaan warung masih dilakukan secara konvensional tanpa memanfaatkan data transaksi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Apriori pada data transaksi Warung Maju Jaya tahun 2024 guna menemukan pola asosiasi produk yang sering dibeli bersamaan. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.230 baris data mentah yang setelah melalui proses pembersihan menghasilkan 1.140 transaksi bersih dengan 50 jenis produk. Proses preprocessing meliputi penghapusan duplikat (30 baris), penghapusan data tidak valid pada harga satuan, qty, dan subtotal (masing-masing 20 baris), serta imputasi nilai kosong pada kolom metode pembayaran, tipe pelanggan, dan kasir. Algoritma Apriori dijalankan dengan parameter minimum support 0,02 dan minimum confidence 0,5. Hasil eksperimen menghasilkan sejumlah aturan asosiasi yang bermakna, di antaranya pasangan produk kebutuhan pokok seperti Minyak Goreng 2L bersama Beras Premium 5kg dengan nilai support 0,021 dan confidence 0,526. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Market Basket Analysis menggunakan Apriori efektif untuk mengidentifikasi pola pembelian pada warung kelontong skala kecil sehingga dapat dimanfaatkan untuk strategi penataan produk dan rekomendasi pembelian.
Web-Based Office Stationer Inventory Management Information System At BPJS Ketenagakerjaan Kudus: Sistem Informasi Pengelolaan Inventaris Alat Tulis Kantor Berbasis Web Pada BPJS Ketenagakerjaan Kudus Seila Desy Maulia; Supriyono Supriyono
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 10 No. 3 (2026): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v10i3.531

Abstract

The Kudus Branch of BPJS Ketenagakerjaan is a government agency tasked with administering the employment social security program. One crucial operational aspect is the management of office stationery (ATK) inventory to support administrative activities. The current system is still based on manual recording using notebooks and simple spreadsheets, resulting in recurring problems such as recording errors, stock data discrepancies, and slow reporting processes that hamper managerial decision-making. Previous research on web-based inventory information systems has been conducted in the context of manufacturing and financial institutions, but none has specifically accommodated the needs of a layered user hierarchy in an employment social security institution. This study develops a web-based ATK inventory management information system at BPJS Ketenagakerjaan Kudus to fill this gap. The development uses the Waterfall model with stages of needs analysis, design, implementation, testing, and maintenance. Data were collected through field observations, structured interviews, and documentation studies. The system was built using PHP (Laravel framework) and MySQL. Black box testing of eight functional modules—including login, inventory data management, incoming/outgoing transactions, real-time stock monitoring, and automated reporting—resulted in a 100% success rate with no critical errors found. The system supports a three-level access hierarchy (general users, operational staff, branch managers) that allows for inventory control according to each role. This study proves that a contextually designed web-based information system can significantly improve the efficiency and accuracy of inventory management in a government agency in the social security sector.