Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbandingan Algoritma Machine Learning untuk Klasifikasi Hoaks Berbahasa Indonesia pada Dataset Komdigi Haris Setyo Pratomo; Panny Agustia Rahayuningsih; Muhammad Rezki
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1255

Abstract

The spread of Indonesian-language hoaxes continues to increase along with the development of digital platforms, making it necessary to develop an automatic classification system capable of accurately and efficiently categorizing types of hoaxes. This study compares the performance of five machine learning algorithms, namely Support Vector Machine (SVM), Random Forest, Logistic Regression, Decision Tree, and Naive Bayes, in classifying Indonesian hoax categories using the Komdigi dataset consisting of 16,308 articles across six categories. Feature representation was performed using TF-IDF with n-gram combination (1,2) enriched with text statistical features, while the extreme class imbalance was handled using SMOTE applied internally within the Stratified K-Fold Cross-Validation pipeline to prevent data leakage. Evaluation results show that SVM (LinearSVC) achieved the highest accuracy of 95.9% and cross-validation score of 0.960, while Logistic Regression outperformed others in AUC Macro at 0.952 and macro F1-Score of 0.460, reflecting the best ability to recognize all categories in a balanced manner. Decision Tree showed the lowest performance with an AUC Macro of 0.635. These findings confirm that the selection of the best algorithm depends on the priority of evaluation metrics used according to the needs. This study contributes a recommendation of effective algorithms for Indonesian hoax classification and a valid, data leakage-free methodological framework.
Perbandingan Sentimen Ulasan Pengguna Aplikasi Brainly dan Ruangguru Menggunakan Naïve bayes, KNN, Decision Tree Adrianus Windi; Panny Agustia Rahayuningsih; Muhammad Rezki
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1294

Abstract

Sentiment analysis is an important way to understand user opinions about digital education apps, as the number of reviews on the Google Play Store is too large to be manually analyzed one by one. This study compares three machine learning methods, namely Naïve Bayes, K-Nearest Neighbor (KNN), and Decision Tree, to classify sentiments from user reviews of the Brainly and Ruang Guru apps. Data were collected by scraping 8,000 reviews from the Google Play Store, i.e., 4,000 reviews per app, from May to June 2026; after removing duplicate reviews, 6,151 reviews remained, consisting of 2,836 reviews for Brainly and 3,315 reviews for Ruang Guru. Sentiment labels were arranged based on the number of stars (1–3 means negative, 4–5 means positive), resulting in an unbalanced distribution of 79.8% positive and 20.2% negative. The text was processed through nine pre-processing stages specifically used for informal Indonesian. Features were then extracted using the TF-IDF method, resulting in 2,398 features and a viewing rate of 99.78%. The training data was quantity-equalized using the SMOTE technique, and the model was optimized with GridSearchCV using StratifiedKFold with 5 data splits. In the tuning and SMOTE scenarios, the Naïve Bayes method showed the best performance with an accuracy of 82.78%, an F1-Score of 83.79%, and an ROC-AUC of 88.44%, which was better than Decision Tree and KNN. Interestingly, the Naïve Bayes method without using SMOTE actually achieved the highest overall accuracy of 88.95%, indicating that using SMOTE on high-dimensional TF-IDF data does not always improve model performance. Differentiating keyword analysis helps to identify positive sentiments such as 'helpful', 'easy', and 'best', as well as negative sentiments such as 'trash', 'ads', and 'error', which can be used as a benchmark in providing service quality by the second application developer.
Perbandingan Metode Support Vektor Machine dan Random Forest untuk Analisis Sentimen Ulasan Adapundi dan Kreditpintar di Google Playstore Lupias; Panny Agustia Rahayuningsih; Muhammad Rezki
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1324

Abstract

Layanan pinjaman online (pinjol) seperti AdaPundi dan KreditPintar menghasilkan ribuan ulasan pengguna di Google Play Store yang bersifat tidak terstruktur, sehingga sulit dianalisis secara manual untuk memahami persepsi publik. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa algoritma Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest dalam mengklasifikasikan sentimen ulasan kedua aplikasi tersebut, serta mengidentifikasi kata kunci yang membentuk sentimen positif dan negatif. Data dikumpulkan melalui scraping sebanyak 4.998 ulasan, dibersihkan menjadi 2.739 baris, dan diberi label sentimen berdasarkan rating (1–3 negatif, 4–5 positif), menghasilkan proporsi 69,19% positif dan 30,81% negatif. Pra-pemrosesan teks dilakukan melalui sepuluh tahap dengan modifikasi khusus berupa proteksi kata negasi, menghasilkan 2.695 data bersih yang selanjutnya diekstraksi menjadi fitur TF-IDF (matriks 2.695×1.204, sparsity 99,48%). Ketidakseimbangan kelas ditangani melalui class_weight='balanced' tanpa SMOTE. Hasil pengujian pada data uji menunjukkan SVM kernel RBF memperoleh akurasi 87,76%, F1-Score 0,8794, dan MCC 0,7276, mengungguli Random Forest yang memperoleh akurasi 86,64%, F1-Score 0,8670, dan MCC 0,6919, meskipun Random Forest mencatat ROC-AUC lebih tinggi (0,9216 berbanding 0,9077). Validasi 5-fold cross validation menguatkan temuan ini secara konsisten. Perbandingan kedua aplikasi menunjukkan AdaPundi memperoleh sentimen lebih positif (74,4%) dibandingkan KreditPintar (63,8%), dengan kata "tolak" menjadi penanda khas keluhan pada KreditPintar terkait penolakan pengajuan pinjaman.
Sistem Pemeringkatan Resume Berbasis LLM untuk Seleksi Kandidat PT Triputra Khatulistiwa Herman Firmansyah; Panny Agustia Rahayuningsih; Muhammad Rezki
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1329

Abstract

Proses screening resume pada PT. Triputra Khatulistiwa, sebuah perusahaan jasa ekspedisi dan logistik di Kalimantan Barat dengan cakupan operasional di 14 kabupaten/kota, masih dilakukan secara sepenuhnya manual oleh tim HR yang terbatas. Rata-rata jumlah pelamar mencapai 20 orang per periode rekrutmen dengan waktu screening 3 hingga 7 hari kerja, sehingga rentan terhadap inkonsistensi penilaian antar evaluator dan bias subjektif. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pemeringkatan resume berbasis web bernama SmartLoker yang mengintegrasikan Large Language Model (LLM) untuk mengotomatisasi proses seleksi kandidat. Sistem dikembangkan menggunakan metode waterfall dengan pemodelan UML (use case, activity, entity relationship diagram, dan sequence diagram), dibangun menggunakan framework Nuxt 3 (Vue 3) dengan basis data MySQL melalui ORM Prisma. Integrasi LLM menggunakan model GPT-4o-mini melalui layanan Sumopod yang kompatibel dengan OpenAI, dengan pendekatan two-stage prompting, yaitu ekstraksi informasi resume dan penilaian berbobot terhadap kriteria kesesuaian skill, pengalaman, dan pendidikan. Sistem melibatkan empat peran pengguna (Super Admin, Admin, HR, dan Pelamar) serta dilengkapi fitur analisis jejak digital, perankingan kandidat berbasis AI, penjadwalan wawancara, dan notifikasi otomatis melalui email dan WhatsApp. Pengujian dengan metode black box terhadap 26 skenario pada seluruh modul menunjukkan seluruh fungsi berjalan valid, dengan waktu pemrosesan screening kurang dari 30 detik per resume. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu mempersingkat waktu seleksi, meningkatkan konsistensi penilaian, dan mengurangi bias subjektif dalam proses rekrutmen di PT. Triputra Khatulistiwa.
Analisis Sentimen Ulasan Pengguna Aplikasi Mobile Banking Bank Kalbar Menggunakan Algoritma Svm Random Forest dan Naive Bayes Theofilus BA; Panny Agustia Rahayuningsih; Muhammad Rezki
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1331

Abstract

Perkembangan dalam layanan perbankan seluler telah meningkatkan jumlah ulasan pengguna di platform seperti Google Play Store, yang menyimpan data berharga terkait kepuasan dan keluhan dari nasabah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sentimen dari ulasan pengguna aplikasi mobile banking Bank Kalbar dengan memanfaatkan tiga algoritma machine learning untuk klasifikasi, yaitu Support Vector Machine (SVM), Random Forest, dan Naive Bayes, yang diterapkan dengan representasi fitur berbasis TF-IDF. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup 2.923 ulasan yang diperoleh melalui web scraping dan secara otomatis diberi label melalui model LLaMA 3.1 8B Instant menggunakan Groq API ke dalam tiga kategori sentimen: positif (49,3%), negatif (41,2%), dan netral (9,5%). Ketidakseimbangan dalam distribusi kelas ditangani dengan metode SMOTE, sedangkan optimisasi hyperparameter dilakukan dengan teknik GridSearchCV menggunakan Stratified 5-Fold Cross Validation. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SVM berperforma sebagai model paling unggul dengan akurasi 87,52%, F1-Weighted 86,80%, dan F1-Macro 79,59%, diikuti oleh Naive Bayes (85,98%) dan Random Forest (85,47%). Namun, analisis statistik McNemar mengindikasikan bahwa perbedaan kinerja di antara ketiga model tidak signifikan secara statistik (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa ketiga algoritma ini memiliki kemampuan generalisasi yang setara pada dataset ini. Tantangan utama yang teridentifikasi adalah rendahnya tingkat recall pada kelas netral (41–46%) disebabkan oleh ketidakseimbangan data. Hasil dari penelitian ini memberikan wawasan yang jelas mengenai pola sentimen dari pengguna aplikasi mobile banking Bank Kalbar dan dapat menjadi referensi bagi manajemen untuk meningkatkan kualitas layanan digital, terutama dalam hal stabilitas aplikasi dan kemudahan akses.