Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Sistem Kerja Outsourcing (Daily Worker) Terhadap Kinerja Karyawan Departement Finishing PT. P&G Karawang Ahmad Faisal Ramadhan; Darka Darka; Yanto Lesmana
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem kerja outsourcing terhadap kinerja karyawan di Departemen Finishing PT. P&G Karawang, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 32 responden, kemudian dianalisis menggunakan bantuan program SPSS versi 22. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem kerja outsourcing (daily worker) berada pada kategori baik dengan persentase tanggapan sebesar 79,17%, sedangkan kinerja karyawan berada pada kategori sangat baik dengan persentase 84,31%. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana diperoleh persamaan Y = 6,897 + 0,742X, yang berarti setiap peningkatan satu satuan pada sistem kerja outsourcing akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,742 poin. Uji koefisien korelasi (R) menunjukkan nilai 0,869, menandakan hubungan sangat kuat dan positif antara sistem kerja outsourcing dengan kinerja karyawan. Selanjutnya, hasil uji t memperoleh nilai t hitung = 9,640 > t tabel = 2,042 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Hₐ diterima, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara sistem kerja outsourcing terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,756, menunjukkan bahwa 75,6% variasi kinerja karyawan dijelaskan oleh variabel sistem kerja outsourcing, sedangkan 24,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan sistem kerja outsourcing yang efektif dan sesuai dengan peraturan mampu meningkatkan kinerja karyawan. Peneliti menyarankan perusahaan untuk memperbaiki mekanisme kontrak, meningkatkan transparansi pembayaran, serta memperkuat komunikasi antara pihak manajemen dan tenaga kerja guna menjaga motivasi dan produktivitas kerja.