Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK DISTRIK DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG Moritz Johanes Lombogia; Muhammad Sawir; Agus Prastyawan
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 1 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i1.1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan mengenai kedudukan dan tugas pokok distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang serta mengidentifikasi berbagai faktor yang menghambat optimalisasi kinerjanya. Sebagai perangkat daerah yang paling dekat dengan masyarakat, distrik memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, namun realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebijakan dan implementasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluasi kebijakan publik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi untuk memperoleh gambaran sistematis mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas pokok distrik belum berjalan secara optimal, terutama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang sulit dijangkau. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan aksesibilitas, sumber daya, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Selain itu, tantangan geografis yang ekstrem dan kondisi keamanan yang tidak stabil menjadi faktor krusial yang menurunkan efektivitas pelayanan publik. Penelitian ini menyarankan penguatan kapasitas aparatur, perbaikan infrastruktur komunikasi dan transportasi, serta sinkronisasi program kerja untuk memastikan pemerataan kualitas pelayanan di seluruh wilayah distrik. Strategi khusus juga sangat diperlukan guna mengatasi kendala keamanan agar proses kepemerintahan tetap berjalan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat
Efektivitas Pelatihan Tenaga Potensi dalam Pelaksanaan Operasi Search and Rescue (SAR) Terhadap Kinerja di Kantor Pencarian dan Pertolongan di Sorong Budiyani Paramita; Syahruddin Hattab; Muhammad Sawir
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni - Juli 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i2.2030

Abstract

This study is grounded in the increasing complexity of Search and Rescue (SAR) operations in the Sorong region, which necessitates the readiness of professional, responsive, and well-coordinated human resources. Training for SAR potential personnel constitutes a strategic instrument to enhance such capacity; however, its effectiveness in supporting operational performance requires empirical examination. Accordingly, this research addresses two primary questions: (1) what are the supporting and inhibiting factors in the transfer of training outcomes into actual SAR operations; and (2) how does SAR potential training impact the overall effectiveness of SAR operations. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design to examine training effectiveness at the result level. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis involving training organizers, instructors, and participants. The data analysis utilizes the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, while the theoretical framework is based on Kirkpatrick’s training evaluation model and public value theory to assess the contribution of training to public organizational performance. The findings indicate that the transfer of training in SAR operations is determined by the interaction of individual, organizational, and public policy factors. Supporting factors include instructor quality, relevance of training materials, institutional support, and stakeholder involvement, whereas inhibiting factors encompass limited resources, weak coordination, and the absence of systematic post-training follow-up. Furthermore, the training significantly contributes to improved response time, coordination quality, and rescue success rates. Nevertheless, such effectiveness is conditional and requires consistent integration within policy frameworks, continuous evaluation, and systemic organizational capacity building to generate optimal public value.
PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA PUSAT PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP PAPUA Ina Sanchezy Tiariny Udju; Fernandes Simangunsong; Muhammad Sawir
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 3 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i3.1838

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia dan pengembangan organisasi terhadap kualitas pelayanan publik pada Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 91 Aparatur Sipil Negara pada Dinas Lingkungan Hidup provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Papua yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, serta regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, pengembangan organisasi, dan kualitas pelayanan publik berada pada kategori baik serta seluruh instrumen penelitian valid dan reliabel. Namun demikian, kualitas sumber daya manusia dan pengembangan organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan publik. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 41,705 − 0,059X₁ + 0,036X₂ dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,013, yang menunjukkan bahwa kedua variabel hanya menjelaskan 1,3% variasi kualitas pelayanan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan publik lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti dukungan kelembagaan, kondisi geografis, sarana dan prasarana, serta efektivitas sistem pelayanan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan publik memerlukan penguatan tata kelola organisasi dan sistem pelayanan secara berkelanjutan.