Fika Syanty Ayu Febriella
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Krisis Empati di Era Layanan Cepat: Persepsi Karyawan dan Pelanggan terhadap Pelayanan Frontliner di Ritel Modern (Studi Kasus pada Subjek IN-01 dan Subjek IN-02) Harun Aminuddin; Fika Syanty Ayu Febriella; Salwa Najiba; Tan Evan Tandiyono
Journal of Golden Generation Economic Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025 : Journal of Golden Generation Economic
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggeconomic.v1i2.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi karyawan dan pelanggan terhadap pelayanan frontliner di Ritel X sebagai salah satu jaringan ritel modern terbesar di Indonesia. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana karyawan memaknai konsep pelayanan berdasarkan standar perusahaan dan bagaimana pelanggan menilai pengalaman layanan yang mereka terima. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di beberapa gerai Ritel X di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan memiliki persepsi positif terhadap pentingnya pelayanan prima dan berupaya menerapkan standar 3S (Senyum, Sapa, Salam), namun masih terdapat kesenjangan antara pelaksanaan standar prosedural dengan pengalaman emosional yang diharapkan pelanggan. Pelanggan menilai bahwa kualitas pelayanan belum konsisten antar shift dan antar cabang, serta masih terdapat kekurangan pada aspek empati, komunikasi interpersonal, dan kecepatan respon. Penelitian ini mengungkap lima temuan penting: kesenjangan persepsi antara karyawan dan pelanggan, peran manajemen dalam membentuk budaya pelayanan, kelelahan emosional frontliner, pengaruh lingkungan fisik terhadap persepsi pelanggan, dan rendahnya kompetensi digital dalam pelayanan. Temuan ini menegaskan perlunya pelatihan berkelanjutan, evaluasi sistemik, dan penguatan budaya kerja berbasis empati agar kualitas pelayanan Ritel Modern semakin sesuai dengan harapan pelanggan.
Ketika Satu Scan Menggantikan Uang Tunai: Pengalaman Pengguna terhadap QRIS sebagai Inovasi Layanan Perbankan Digital (Studi Kasus pada Subjek IN-01 dan Subjek IN-02) Harun Aminuddin; Fika Syanty Ayu Febriella; Salwa Najiba; Ida Ayu Nuh Kartini
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i6.2679

Abstract

This study examines user experiences in adopting QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) as a digital banking service innovation in Indonesia. Employing a descriptive qualitative approach with a case study method, the research involved two informants (IN-01 and IN-02) who were interviewed in-depth using a 15-item semi-structured interview guide. Thematic analysis identified five main themes: (1) situational-triggered QRIS adoption, (2) radical shift from cash to smartphone-based payments, (3) functional value through practicality and financial control, (4) dependence on digital infrastructure and emotional responses to system failures, and (5) positive perceptions of QRIS security and future prospects. The core finding reveals that QRIS has transformed from merely a payment alternative into a primary transactional instrument embedded in users' daily lives, positioning the smartphone as a digital wallet replacing cash both functionally and psychologically. This research contributes to the understanding of cashless society behavior among young Indonesian users, though findings are limited to the context of the two informants studied and are not intended for broad generalization.