Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komparatif Model dan Tahapan Pengembangan Kurikulum yang Relevan bagi Sekolah Dasar Neyzha Veradine; Anissa Miftahqul Fauziyach; Nawang Sovyana; Dea Nurhani; Teguh Prasetya; Muhammad Ferhesa Himawar; Juniar Gita Permata
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.247

Abstract

Pendidikan sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik sehingga pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara relevan dan adaptif terhadap karakteristik peserta didik serta dinamika kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan berbagai model serta tahapan pengembangan kurikulum yang relevan bagi sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku jurnal ilmiah nasional dan dokumen kebijakan pendidikan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi mengelompokkan serta membandingkan karakteristik dan tahapan pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh sekolah dasar. Model grass roots relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis sekolah karena menekankan partisipasi guru dan penyesuaian terhadap kebutuhan lokal sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kerangka pengembangan kurikulum yang fleksibel dengan penekanan pada kompetensi esensial dan pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu pemilihan model pengembangan kurikulum perlu disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran sehingga pendekatan integratif menjadi strategi yang paling relevan dalam mengembangkan kurikulum sekolah dasar yang adaptif kontekstual dan berkelanjutan.
Analisis Nilai Utama, Implementasi, Tantangan, dan Solusi Filsafat Pendidikan Progresivisme dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Sebuah Systematic Literature Review: Penelitian Silvia Astri Alfraeda; Teguh Prasetya; Elsa Nur Afrisa; Juniar Gita Permata; Vea Aprilia; Taufik Muhtarom
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai inti, implementasi, tantangan, dan solusi filosofi progresivisme dalam Kurikulum Mandiri di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan karena banyak sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan kontekstual meskipun terdapat hubungan filosofis yang kuat antara progresivisme dan Kurikulum Mandiri. Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) dengan prosedur PRISMA. Data dikumpulkan dari 120 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2016–2026 dari basis data Google Scholar, Scopus, ERIC, Crossref, Garuda, dan ScienceDirect. Setelah proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, 30 artikel dipilih dan dimasukkan dalam tinjauan akhir. Analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan progresif, praktik implementasi, tantangan, dan solusi pedagogis. Hasil menunjukkan bahwa 91,6% dari studi yang ditinjau menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai nilai dominan progresivisme dalam Kurikulum Mandiri. Penerapan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kontekstual, eksplorasi lingkungan, dan media pembelajaran digital memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan motivasi belajar siswa. Namun, tantangan utama meliputi kompetensi pedagogis guru yang terbatas (85%), fasilitas pendidikan yang tidak memadai, kesulitan dalam penilaian autentik, dan budaya belajar konvensional di sekolah dasar. Studi ini menyarankan bahwa penguatan pelatihan guru, komunitas belajar kolaboratif, integrasi budaya lokal, dan pemanfaatan teknologi pendidikan merupakan strategi penting untuk mengoptimalkan pembelajaran progresif di sekolah dasar. Keterbatasan studi ini terletak pada penggunaan data sekunder dari artikel jurnal tanpa observasi lapangan atau wawancara langsung.