Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas pada Jalan Trans Kalimantan Kabupaten Pulang Pisau Rindiani; Desriantomy; Robby
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): Februari : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v1i1.557

Abstract

Jalan Trans Kalimantan merupakan jalan nasional yang berfungsi sebagai arteri primer dan berperan penting sebagai penghubung antarwilayah di Kalimantan. Salah satu segmen yang memiliki aktivitas lalu lintas tinggi berada pada KM 17+000 sampai KM 25+000 di Desa Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Ruas jalan ini menjadi akses utama menuju Pelabuhan Feri Mintin serta kawasan permukiman di sekitarnya sehingga menimbulkan potensi konflik lalu lintas yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting jalan, menganalisis tingkat kecelakaan lalu lintas, menentukan lokasi rawan kecelakaan (black site), serta memberikan rekomendasi penanganan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksploratif melalui pengumpulan data primer berupa survei kondisi geometrik jalan, marka, rambu, penerangan, serta volume lalu lintas, dan data sekunder berupa data kecelakaan lalu lintas periode 2021–2025 yang diperoleh dari Polres Pulang Pisau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode tersebut tercatat 30 kejadian kecelakaan yang didominasi oleh sepeda motor dan kendaraan ringan. Berdasarkan analisis Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dan Upper Control Limit (UCL), segmen KM 23+500 sampai KM 24+000 teridentifikasi sebagai lokasi dengan tingkat kecelakaan tertinggi dan menjadi prioritas penanganan. Faktor dominan penyebab kecelakaan meliputi tingginya volume lalu lintas, aktivitas keluar-masuk kendaraan, kondisi geometrik jalan yang bervariasi, serta fasilitas keselamatan jalan yang belum optimal.
Analisis Simpang Empat Tak Bersinyal di Jalan Kusumanegara – Jalan Darlan Aceh – Jalan Sabirin Muhtar Kota Kuala Kurun Elizabeth Vidhia Putri; Robby; Desi Riani
Journal of Golden Generation Engineering Vol. 2 No. 2 (2026): Juli : Journal of Golden Generation Engineering
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggengineering.v2i2.974

Abstract

Perkembangan sosial dan ekonomi di Kota Kuala Kurun telah meningkatkan mobilitas masyarakat dan volume kendaraan, sehingga berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas pada persimpangan tak bersinyal. Salah satu lokasi yang mengalami peningkatan aktivitas lalu lintas adalah simpang empat tak bersinyal Jalan Kusumanegara–Jalan Darlan Aceh–Jalan Sabirin Muhtar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jam puncak lalu lintas, mengevaluasi kinerja simpang berdasarkan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, dan tundaan sesuai Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, serta memberikan rekomendasi penanganan guna meningkatkan keselamatan dan pelayanan lalu lintas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan selama 14 hari dengan interval pengamatan 15 menit pada periode pagi, siang, dan sore hari. Data yang dikumpulkan meliputi kondisi geometrik simpang, volume lalu lintas berdasarkan jenis kendaraan, serta kondisi lingkungan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 15.30–16.30 WIB dengan arus sebesar 655,9 smp/jam. Kapasitas simpang berada pada kisaran 2.937–3.154 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,16–0,25. Tundaan rata-rata simpang berkisar antara 7,36–8,18 detik/smp yang menunjukkan tingkat pelayanan (Level of Service) B. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa simpang masih beroperasi dengan baik dan mampu melayani arus lalu lintas secara efektif. Upaya peningkatan keselamatan dapat dilakukan melalui pemasangan pita penggetar, lampu kuning berkedip, dan rambu lalu lintas pada area persimpangan.