Perkembangan sosial dan ekonomi di Kota Kuala Kurun telah meningkatkan mobilitas masyarakat dan volume kendaraan, sehingga berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas pada persimpangan tak bersinyal. Salah satu lokasi yang mengalami peningkatan aktivitas lalu lintas adalah simpang empat tak bersinyal Jalan Kusumanegara–Jalan Darlan Aceh–Jalan Sabirin Muhtar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jam puncak lalu lintas, mengevaluasi kinerja simpang berdasarkan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, dan tundaan sesuai Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, serta memberikan rekomendasi penanganan guna meningkatkan keselamatan dan pelayanan lalu lintas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan selama 14 hari dengan interval pengamatan 15 menit pada periode pagi, siang, dan sore hari. Data yang dikumpulkan meliputi kondisi geometrik simpang, volume lalu lintas berdasarkan jenis kendaraan, serta kondisi lingkungan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 15.30–16.30 WIB dengan arus sebesar 655,9 smp/jam. Kapasitas simpang berada pada kisaran 2.937–3.154 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,16–0,25. Tundaan rata-rata simpang berkisar antara 7,36–8,18 detik/smp yang menunjukkan tingkat pelayanan (Level of Service) B. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa simpang masih beroperasi dengan baik dan mampu melayani arus lalu lintas secara efektif. Upaya peningkatan keselamatan dapat dilakukan melalui pemasangan pita penggetar, lampu kuning berkedip, dan rambu lalu lintas pada area persimpangan.