Pengelolaan sampah yang efektif menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2012 mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah, salah satunya melalui program bank sampah di tingkat nagari sebagai implementasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dalam pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada Bank Sampah Lansek Manih di Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. Dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan, penerapan SIA yang efektif menjadi sangat penting. Namun, masih terdapat kendala baik dari segi teknis maupun sumber daya manusia dalam memahami dan mengoperasikan sistem ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa bimbingan dalam penggunaan SIA mampu meningkatkan akurasi pencatatan keuangan, mempermudah pelaporan, serta mendukung tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel di Bank Sampah Lansek Manih. Temuan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan keuangan berbasis SIA pada program bank sampah di wilayah lain. Effective waste management is a crucial effort in maintaining environmental sustainability. The government, through Government Regulation No. 13 of 2012, encourages a paradigm shift in waste management, including the implementation of waste bank programs at the village level as part of the 3R principle (Reduce, Reuse, Recycle). This study aims to provide guidance in the utilization of the Accounting Information System (AIS) at the Lansek Manih Waste Bank in Nagari Muaro, Sijunjung Regency. With increasing demands for accountability and transparency in financial management, the effective implementation of AIS is essential. However, there are still challenges in both technical aspects and human resources in understanding and operating this system. This community service employs a qualitative approach with data collection techniques including field observations and documentation. The results indicate that guidance in using AIS improves the accuracy of financial records, facilitates reporting, and supports more transparent and accountable governance at the Lansek Manih Waste Bank. These findings are expected to serve as a model for AIS-based financial management in other waste bank programs