Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Metode Demonstrasi Pada Santri Kelas Vii Oleh Guru Fiqih Di Pondok Pesantren Al-Mutaqin Balai-Belo Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Zahratil Aufa; Muhiddinur Kamal; Junaidi Junaidi; Arifmiboy Arifmiboy
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11912

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh guru mata pelajaran Fiqih yang belum sepenuhnya melaksanakan metode demonstrasi sesuai dengan langkah-langkah seharusnya di kelas VII MTs Al-Mutaqin, sehingga pengawasan terhadap seluruh siswa tidak menyeluruh, siswa menjadi pasif dalam belajar dan merasa bosan dan jenuh. Langkah-langkah yang tidak terlaksana tersebut diantaranya mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi, memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, belum keseluruhan siswa diberi kesempatan dalam mendemonstrasikan. Jenis penelitian ini penelitian lapangan (fiel research) dengan jenis pendekatan kualitatif (qualitatife research), penelitian yang mendeskripsikan dan menganalisis fenomena peristiwa. Pengolahan data dilakukan dengan cara penyelesaian jawaban informan yang sesuai dengan hal-hal yang penulis teliti, adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Fiqih, dan yang menjadi informan pendukungnya adalah kepala sekolah dan siswa kelas VII Pondok Pesantren Al-Mutaqin Balai-belo Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, teknik pengumpulan data penulis lakukan obeservasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi di kelas VII Pondok Pesantren Al-Mutaqin Balai-belo telah terlaksana tetapi belum maksimal. Langkah-langkah Pelaksanaan tersebut terdiri dari pembukaan seperti, merumuskan tujuan, mempersiapkan garis besar, mempersiapkan peralanan dan media, memperhitungkan waktu. Sedangkan dalam pelaksanaannya yaitu mengatur kelas, mengemukakan tujuan, memberikan tugas, memeperlihatkan tahapan kerja, dan memeberikan tugas lanjutan. Dan untuk penutupnya guru merangkum dan menyimpulkan pembelajaran, memberikan tugas atau pekerjaan rumah dan mengevalusi siswa. Dari langkah diatas yang belum dilakukan oleh guru yaitu mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, belum keseluruhan siswa diberi kesempatan dalam mendemonstrasikan.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VII DI MTS S TERPADU GUGUAK RANDAH Amelia Riskika; Charles Charles; Arifmiboy Arifmiboy; Muhiddinur Kamal
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.397 KB) | DOI: 10.58192/sidu.v2i1.513

Abstract

Berdasarkan pada data nilai peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII yang berjumlah 70 orang pada mata pelajaran akidah akhlak tergolong rendah, di mulai dari nilai ulangan harian (UH), ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS) rata-rata berada di bawah KKM, rendahnya hasil belajar siswa di atas sebagai proses pembelajaranyang dilakukan selama ini. Dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penefsiran data, serta penampilan dari hasilnya. Sdangkan jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, yaitu peneltian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh dari eksperimen berdasarkan perlakuan (Treatment) terhadap suatu unit percobaan dalam batas-batas desain yang ditetapkan pada kelas eksperimen sehingga di peroleh data yang menggambarkan apa yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis Quasy Eksperimental subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII1 jumlah populasi 20 peserta didik. Sampel penelitian yaitu kelas VII3 sebagai kelas ekpsperimen dengan model pembelajaran pemberian Reward, kelas VII1 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran Konvesional . teknis analalisis data menggunakan uji nolmalitas dengan uji Shapiro Whilk, dan homogenitas dengan Chi – Square. Dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji-t post Group. Berdasarkan data yang telah peneliti kumpulkan menunjukkan bahwa hasil belajar dalam kelompok eksperimen diperoleh rata-rata = rata-rata= 13,29 dan pada kelompok kontrol di peroleh rata-rata= 8,57, sehingga menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran reward terhahadap hasil belajar akidah akhlak. Hal ini sesuai dengan perhitungan uji- t dan uji menggunakan SPSS17 yangmana dari uji-t diperoleh hasil t hitung = 11.766 dan nilai t table = 1,734, maka t hitung > t table maka Ho ditolak dan Hi di terima serta perhitungan dengan menggunakan SPSS17 di peroleh nilai signifikan 2-tailed atau nilai sig. (2-tailet)= 0.000 pada taraf nyata,a = 0,05. Karena nilai signifikan 2-tailet <a, yaitu 0, 000< 0,05 maka Ho di tolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh terhadap penerapan model pembelajaran Pemberian Reward terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak kelas VII di MTS S Terpadu guguak Randah.
Pembentukan Perilaku Ihsan oleh Guru Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Moderen I’aanatuth Thalibiin Perawang, Kec. Tualang, Kab. Siak, Prov. Riau Fitriyani Fitriyani; Khairuddin Khairuddin; Muhiddinur Kamal; Alimir Alimir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh, kurangnya pemahaman dan penerapan tentang ihsan dalam kehidupan sehari-hari hal tersebut akan menjadikan seseorang memiliki sikap egois serta semakin pudarnya sikap sopan santun yang ada dalam diri manusia. Namun berbeda dengan siswa di Pondok Pesantren Moderen I’aanatuth Thalibiin Perawang, Kec. Tualang, Kab. Siak, Prov. Riau ini meskipun tidak semua santri berada di lingkungan asrama karena pondok pesantren ini berbasis semi pesantren. Tetapi, perilaku peserta didik dapat menyamai siswa yang berada di pondok pesantren meskipun guru akidah akhlak hanya memberikan pengajaran saat di dalam kelas saja. Namun, mereka memiliki perilaku ihsan yang baik, pelaksanaan ibadah mereka juga bagus, dan disiplin waktu. Maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembentukan perilaku ihsan oleh guru akidah akhlak pada kelas VIII di Pondok Pesantren Moderen I’aanatuth Thalibiin Perawang, Kec. Tualang, Kab. Siak, Prov. Riau sehingga siswa tersebut berperilaku ihsan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembentukan perilaku ihsan oleh guru akidah akhlak pada kelas VIII di Pondok Pesantren Moderen I’aanatuth Thalibiin Perawang, Kec. Tualang, Kab. Siak, Prov. Riau sehingga siswa tersebut berperilaku ihsan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan penelitian di Pondok Pesantren Moderen I’aanatuth Thalibiin Perawang, Kec. Tualang, Kab. Siak, Prov. Riau dengan informan kunci yaitu guru akidah akhlak, sedangkan informan pendukungnya yaitu pembina asrama dan siswa kelas VIII. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara. Kemudian dalam menganalisis data peneliti melakukan beberapa langkah yaitu memilih data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Untuk menguji kredibilitas data dan kevalidan data dilakukan dengan pengecekan data dari berbagai sumber kemudian dipilih dan disajikan dari sumber yang berbeda di deskripsikan dikategorikan mana pandangan yang sama, berbeda dan mana yang lebih spesifik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pembentukan Perilaku Ihsan oleh Guru Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Moderen I’aanatuth Thalibiin Perawang, Kec. Tualang, Kab. Siak, Prov. Riau diantaranya, yaitu 1) Menjadi contoh teladan dalam berperilaku ihsan seperti berkata baik, 2) Mengajarkan hal-hal baik seperti memberikan pemahaman tentang perilaku ihsan, 3) Membiasakan peserta didik untuk selalu disiplin waktu, 4) Memberikan perhatian dalam bentuk pujian, 5) Dan hukuman berupa setoran dalil-dalil yang sudah ia pelajari bagi anak yang berakhlak kurang baik.
Pelaksanaan Ekstrakurikulum Pramuka dalam Menanamkan Nilai – Nilai Akhlak di MTsN 2 Pasaman Ikhwandi Ikhwandi; Muhiddinur Kamal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3791

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan kepribadian anak. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membantu membentuk akhlak mulia siswa adalah kepramukaan. Pramuka adalah pendidikan di luar sekolah dan di luar rumah berupa kegiatan luar ruang yang bermakna, dengan prinsip dan metode Pramuka yang tujuan akhirnya adalah pembentukan karakter. Salah satu madrasah yang menyelenggarakan program pramuka untuk membentuk akhlak mulia siswa adalah MTsN 2 Pasaman. Kegiatan Pramuka di MTsN 2 Pasaman bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler tetapi juga wajib bagi siswa kelas VII sebagai sarana pembentukan karakter Madrasah. Kajian ini dilakukan dengan tujuan: 1. Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dalam pembentukan sikap moral yang baik pada siswa MTsN 2 Pasaman, 2. Menjelaskan faktor-faktor yang menghambat dan mendukung peranan kegiatan ekstrakurikuler dalam pembentukan sikap moral yang baik pada siswa MTsN 2 Pasaman, 3 .Menjelaskan arti penting kegiatan ekstrakurikuler bagi pembentukan sikap kepribadian luhur siswa MTsN 2 Pasaman. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan jenis studi kasus. Data penelitian ini adalah kasus keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler di MTsN 2 Pasaman. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis data Milles dan Huberman, langkah-langkahnya meliputi: Kurangi data. Lihat data dan buat kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler untuk membentuk akhlak mulia pada siswa MTsN 2 Pasaman dilaksanakan seminggu sekali pada setiap hari Jumat. Kegiatan pramuka dilakukan di luar ruangan dan di dalam ruangan dengan memberikan dokumentasi berupa sejarah Pramuka, pawai, tali, kode, dll. (2) Faktor penghambat terselenggaranya kegiatan ekstra kurikuler Pramuka adalah kurangnya motivasi siswa dan metode pembelajaran di kelas yang monoton sehingga membuat siswa bosan. Faktor pendukung terselenggaranya kegiatan ekstrakurikuler Pramuka adalah sarana prasarana yang memadai, kepemilikan peralatan oleh pembina/pembina yang mumpuni. (3) Pentingnya peran ekstra kurikuler pramuka dalam pembentukan akhlak mulia siswa, seperti kegiatan perkemahan dan lomba, tanggung jawab kegiatan tersebut bagi siswa. Selain itu, kebiasaan tepat waktu saat latihan pramuka dan kebiasaan memakai seragam dan atribut yang rapi mendorong kedisiplinan.
PERANAN ORANGTUA DAN GURU BK DALAM MENGATASI DEGRADASI MORAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KECAMATAN PAYAKUMBUH Fina Diningsih Lestari; Afrinaldi; Muhiddinur Kamal; Fadhilla Yusri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4511

Abstract

This research is motivated by the occurrence of common violations that are often found in SMAN 1 Kec. Payakumbuh, the problem of moral decline that occurs in students such as skipping school, being undisciplined, students coming late to school, smoking, being alpha, leaving, jumping over fences, and dating has gone beyond reasonable limits, this also occurs in SMAN 1 Kec. Payakumbuh. The research method is qualitative, data collection in the study through Observation, interviews, and documentation, the subjects in this study were 1 guidance and counseling teacher, 5 students and 5 parents of students. The purpose of the study was to determine the role of parents in overcoming moral degradation of students at SMAN 1 Kec. Payakumbuh; to determine the role of BK teachers in overcoming moral degradation of students at SMAN 1 Kec. Payakumbuh. Research The results of this study indicate that the way guidance and counseling teachers provide direction/guidance in overcoming moral degradation of students has been running well as seen from the counseling process carried out for students, namely by providing information services, advice, motivation and concluding the results of the counseling process. The method used is smiling to greet students, greeting students as the initial stage in the counseling process, the next method is to provide appropriate responses to students' feelings, telling students to do something such as providing group guidance services, group counseling services, individual counseling. And conclude all the results of the discussion with students so that it is easier for guidance and counseling teachers to solve student problems.
STRATEGI MENDIDIK GENERASI Z DI ERA DIGITAL PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI M. Fauzan; Marta Novika; Muhiddinur Kamal; Hendrisab
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8430

Abstract

The concept of theory is often understood in various ways, ranging from views that consider it unrealistic to those that see it as impractical. As an effort to interpret social phenomena, theory plays a crucial role in answering the question of "why" related to social conditions. This research aims to explore sociological theories, particularly those relevant to Generation Z, who experience social imbalance due to the influence of technology. The methodology employed is library research, where data is collected through the examination of journals, books, and relevant documents. This study finds that Generation Z, despite being skilled in technology, faces mental health issues such as anxiety and depression exacerbated by the culture of Fear of Missing Out (FOMO) on social media. The tension between traditional values and new norms creates significant social challenges. The findings of this research are expected to provide insights into the importance of sociological theory in understanding the behavior of Generation Z and the impact of technology on their social interactions. Thus, this study emphasizes the need for a theoretical approach to understand and address the issues faced by today's youth.
PENGARUH SELF REGULATION TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK DI SMK N 3 PAYAKUMBUH Septiani Amanda Putri; Alfi Rahmi; Fadhilla Yusri; Muhiddinur Kamal
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12046

Abstract

This research is motivated by the low level of self-regulation among students. This is evident from the students' tendency to be easily provoked by emotions, leading to involvement in fights, speaking in high tones to teachers, using harsh language with peers, and an inability to regulate behavior in accordance with school norms. The inability to control emotions causes students to exhibit aggressive behavior and face difficulties adapting to social situations in the school environment. Furthermore, impulsive and disrespectful behavior toward teachers and peers indicates obstacles in adjusting to social demands and prevailing norms. Therefore, this study was conducted to determine the influence of self-regulation on the social adjustment of students at SMK N 3 Payakumbuh. This study employed a quantitative approach with a correlational method. The population of this study consisted of tenth-grade (Class X) students majoring in Hospitality at SMK N 3 Payakumbuh, with a sample size of 106 students selected using proportional random sampling. The instruments used were Self-Regulation and Social Adjustment questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using simple linear regression. The results showed a positive and significant influence between self-regulation and students' social adjustment, with a significance value of 0.000 < 0.05. A coefficient value of 0.616 indicates that every increase in self-regulation is followed by an increase in social adjustment. This means that the better the students' ability to regulate and control themselves, the higher their ability to adjust within the school environment. Overall, the students' levels of self-regulation and social adjustment are in the high category.