Yenty Astarie Dewi
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Usaha Minyak Serai Wangi pada UMKM di Sungai Guntuang Berbasis Potensi Lokal Daerah Idris Andiawarman; Yenty Astarie Dewi
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bisnis pengembangan minyak serai wangi (Cymbopogon nardus) sebagai peluang ekonomi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jorong Sungai Guntuang. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi petani, keterbatasan pengetahuan teknis, lemahnya kelembagaan, serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas penyulingan yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan petani dan pelaku usaha, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan minyak serai wangi masih menghadapi kendala pada aspek produksi, akses permodalan, pemasaran, dan legalitas produk. Namun demikian, terdapat peluang besar untuk meningkatkan daya saing melalui pembentukan kelembagaan kolektif petani, pelatihan berkelanjutan, penguatan manajemen usaha, serta pemanfaatan pemasaran digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi bisnis terpadu berbasis kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, pemerintah, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menjadikan minyak serai wangi sebagai komoditas unggulan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing. This study aims to analyze business strategies for the development of citronella oil (Cymbopogon nardus) as an economic opportunity for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Jorong Sungai Guntuang. The main challenges identified include low farmer participation, limited technical knowledge, weak institutional capacity, and the underutilization of existing distillation facilities. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through field observations, in-depth interviews with farmers and business actors, and literature review. The findings indicate that citronella oil development faces obstacles related to production capacity, access to capital, market penetration, and product legality. Nevertheless, significant opportunities exist through collective institutional strengthening, continuous capacity-building programs, improved business management, and digital marketing optimization. This study concludes that an integrated business strategy involving collaboration among farmers, MSME actors, government agencies, and educational institutions is essential to promote citronella oil as a competitive and sustainable village flagship commodity