Muhammad Fajri
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif di Jorong Kampung Melayu Sitalang Wafiq Ufairah; Muhammad Fajri
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (KKN) merupakan bentuk implementasi ilmu dan keterampilan mahasiswa di tengah masyarakat. Artikel ini membahas upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, melalui penguatan sektor ekonomi kreatif. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya pemanfaatan waktu produktif dan tingginya ketergantungan masyarakat pada produk rumah tangga instan, seperti sabun cuci piring. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cuci piring secara mandiri sebagai alternatif hemat biaya sekaligus peluang usaha. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pendekatan penelitian partisipatif, serta pelatihan dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya kemandirian ekonomi dan menunjukkan minat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis kreativitas. Program ini diharapkan menjadi stimulus awal untuk membangun kesadaran kewirausahaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Community Service (KKN) is a form of student engagement aimed at applying knowledge and skills in the community. This article discusses efforts to empower the community economy in Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Ampek Nagari District, Agam Regency, through strengthening the creative economy sector. The main problem identified is the low utilization of productive time and high community dependence on instant household products, such as dishwashing soap. To address this, students from the Islamic Economics Study Program conducted outreach and training on making dishwashing soap independently as a cost-effective alternative and business opportunity. The methods employed included outreach, a participatory research approach, and hands-on training and mentoring. The results indicate that the community is beginning to understand the importance of economic independence and is showing interest in developing creativity-based economic activities. This program is expected to serve as an initial stimulus to foster entrepreneurial awareness and improve human resource quality sustainably
Kematangan Strategi Digital Marketing dalam Meningkatkan Daya Saing dan Penjualan UMKM Pangan Lokal: Studi Kasus Industri Keripik Talas Ita di Kota Padang Panjang Muhammad Fajri; Faisal Hidayat
JOVISHE : Journal of Visionary Sharia Economy Vol. 5 No. 01 (2026): Edition June 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/jovishe.v5i01.1719

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kematangan strategi digital marketing pada Industri Keripik Talas Ita di Kota Padang Panjang serta merumuskan rekomendasi penguatan strategi pemasaran digital yang relevan bagi UMKM pangan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas usaha dan kanal digital, wawancara semi-terstruktur dengan pemilik, pengelola pemasaran, serta dua belas konsumen, dan telaah dokumen promosi serta catatan penjualan. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital marketing usaha masih berada pada tahap inisiasi. Dari tujuh elemen social strategy cone Effing dan Spil, aspek tujuan, sumber daya, kebijakan, pemantauan, dan aktivitas konten belum terpenuhi secara memadai, sementara target audiens dan pilihan saluran baru terpenuhi secara parsial. Temuan ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata-mata akses terhadap media sosial, melainkan rendahnya kematangan strategi dalam mengintegrasikan kanal digital dengan tujuan bisnis. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model diagnosis sederhana dan peta rekomendasi 90 hari untuk meningkatkan konsistensi konten, pengukuran kinerja digital, dan potensi konversi penjualan UMKM pangan lokal.