Andreas Kurniawan
Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Digital sebagai Tanggung Jawab Etis Pendidik Kristen Andreas Kurniawan; Stefanus Dully; Tjutjun Setiawan
GLOSSAIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2025): EDISI NOVEMBER
Publisher : STT Pantekosta Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This topic is written because, factually, the digital ethics of theology students tend not to be based on the principles of truth. This phenomenon demands that Christian educators not only master technology, but also develop ethical awareness in its use. This article aims to examine what digital literacy looks like as an ethical responsibility for Christian educators in the context of theological education. The method used is a descriptive-analytical approach that focuses on literature review (library research) to understand the relationship between faith, ethics, and digitalization. The research question is formulated as: How is the ethical responsibility of Christian educators manifested in the use of digital technology? The findings of this study reveal that digital literacy needs to be understood as the spiritual and ethical dimension of the Christian educator's calling. Theology, church, and Christian educational institution curricula need to collaborate to build a wise, faithful, and responsible digital culture within digital society. ABSTRAK Dasariah topik ini ditulis karena secara faktual, etika berdigital mahasiswa teologi cenderung tidak mendasarkan pada prinsip prinsip kebenaran. Fenomena ini menuntut pendidik Kristen tidak hanya menguasai teknologi, tetapi bagaimana para pendidik memiliki kesadaran etis dalam penggunaannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji seperti apa literasi digital sebagai tanggung jawab etis pendidik Kristen dalam konteks pendidikan teologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis yang berfokus pada kajian literatur (library research untuk memahami hubungan terkait iman, etika, dan digitalisasi. Rumusan pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana tanggung jawab etis pendidik Kristen diwujudkan dalam penggunaan teknologi digital? Temuan hasil kajian ini menngungkapkan bahwa literasi digital perlu dipahami sebagai dimensi spiritual dan etis dari panggilan pendidik Kristen. Kurikulum teologi, gereja, dan lembaga pendidikan Kristen perlu berkolaborasi membangun budaya digital yang bijak, beriman, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat digital. Kata kunci: Literasi Digital, Etika Kristen, Pendidikan Teologi, Pendidik Kristen.
Komunikasi Etis dalam Pendidikan Kristen di Tengah Relativisme Moral di Era Digitalisasi Andreas Kurniawan; Tjutjun Setiawan; Suranto Suranto; Simon Simon
Logia Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i2.367

Abstract

This article focuses on explaining explaining how ethical communication relates to Christian Religious Education amidst the emergence of moral relativism in the digitalization era. The available discussion tends to focus more on Christian Religious Education (CRE)  in relation to spirituality, ethics, or evangelical values. Given the still-limited direction of studies that elaborate on communication in Christian Religious Education (CRE) amidst moral relativism, the researcher sees this as a gap in the discussion. The method used by the researcher in elaborating this paper is descriptive-analytical qualitative. The selection of this method is to obtain a deep and comprehensive understanding of phenomena that are conceptual in nature. The findings of this study indicate that moral relativism is becoming increasingly dominant as exposure to diverse values and norms through digital media increases. As a result, cyberbullying and hate speech in digital media have become dominant. The collaborative efforts of the church, school, and family become crucial in building ethical communication rooted in Christian values.ABSTRAKArtikel ini berfokus menguraikan bagaimana komunikasi Etis dalam kaitan Pendidikan Agama Kristen ditengah menguaknya relativisme moral dalam era digitalisasi. Kajian ini peneliti uraikan karena observasi terkait penelitian yang berkaitan topik ini masih amat minim dibahas. Kecenderungan arah pembahasan yang tersedia lebih mentik-beratkan PAK dalam kaitan spiritual, etika maupun nilai-nilai Injili. Dari masih minimnya arah kajian yang mengelaborasikan tentang komunikasi dalam PAK ditengah relativisme moral, peneliti melihat hal ini sebagai gap dalam pembahasan. Metode yang digunakan peneliti dalam menguraikan tulisan ini kualitatif deskriptif-analitis. Pemilihan metode ini untuk memperoleh pemahaman mendalam dan komprehensif terhadap fenomena yang bersifat konseptual. Temuan kajian ini mengemukakan relativisme moral menjadi semakin dominan seiring dengan meningkatnya paparan terhadap keragaman nilai dan norma melalui media digital. Akibatnya, perundungan di media seperti bullyan, ujan kebencian mendominasi. Upaya kolaborasi gereja, sekolah, dan keluarga menjadi sangat krusial dalam membangun komunikasi etis yang berakar pada nilai-nilai Kristiani. Kata Kunci: Komunikasi, Pendidikan Agama Kristen, Moral, Digitalisasi.