Eli Saripah
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palu, Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh musik Korea pop terhadap tingkat stress pada mahasiswa tingkat akhir : Effects of Korean pop music exposure on stress reduction in final-year college students Rahmat Kurniawan; Rida Fajriani Barokah; Supriadi B.; Nurmiaty; Sumiaty; Siti Kusnul Khotimah; Sova Evie; Eli Saripah; Helena Pangaribuan
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.463

Abstract

Stres merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering dialami mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi tuntutan akademik tinggi. Terapi musik merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan stres melalui efek relaksasi dan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi musik K-pop terhadap tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 25 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih dengan purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner DASS-21 (subskala stres) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan bermakna skor stres setelah pemberian terapi musik K-pop, dari rata-rata 18,56 pada pengukuran awal menjadi 7,08 pada pengukuran setelah intervensi (p < 0,001). Setelah intervensi, mayoritas responden yang sebelumnya berada pada kategori stres ringan–sedang mengalami perbaikan ke kategori normal (96%). Terapi musik K-pop berpotensi menjadi intervensi pendukung yang sederhana, terjangkau, dan mudah diakses untuk membantu menurunkan stres pada mahasiswa tingkat akhir. Stress is one of the mental health problems commonly experienced by university students, particularly final-year students who face high academic demands. Music therapy is a nonpharmacological intervention that can be used to help reduce stress through relaxation effects and emotional regulation. This study aimed to analyze the effect of K-pop music therapy on stress levels among final-year students. This study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 25 final-year students selected through purposive sampling. Stress levels were measured using the DASS-21 questionnaire (stress subscale) before and after the intervention. The results showed a significant reduction in stress scores after the implementation of K-pop music therapy, from a mean score of 18.56 at baseline to 7.08 after the intervention (p < 0.001). After the intervention, the majority of respondents who were previously categorized as having mild to moderate stress showed improvement to the normal stress category (96%). K-pop music therapy has the potential to serve as a simple, affordable, and easily accessible supportive intervention to help reduce stress among final-year students.
Kombinasi handheld fan dan alternate nostril breathing terhadap penurunan tingkat dispnea, nyeri, dan ansietas pada pasien CVD: The combination of a handheld fan and alternate nostril breathing in reducing dyspnea, pain, and anxiety among patients with CVD Rahmat Kurniawan; Nurmiaty Nurmiaty; Novica Ariyanti Putri; Supriadi B.; Andi Fatmawati Syamsu; Eli Saripah; Rusmala Dewi
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.497

Abstract

Penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease, CVD) sering disertai gejala dispnea, nyeri, dan ansietas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi handheld fan (HHF) dan alternate nostril breathing (ANB) terhadap dispnea, nyeri, dan ansietas pada pasien CVD. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test control group design. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 15) dan kelompok kontrol (n = 15). Instrumen yang digunakan meliputi Modified Borg Dyspnea Scale (MBDS), Numeric Rating Scale (NRS), dan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dalam masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada kelompok intervensi untuk seluruh variabel, yaitu dispnea (rerata selisih = 4,267 ± 0,704; p = 0,001), nyeri (rerata selisih = 4,600 ± 0,986; p = 0,001), dan ansietas (rerata selisih = 2,200 ± 0,414; p = 0,001). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna pada dispnea (p = 0,055), nyeri (p = 0,334), maupun ansietas (p = 0,634). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi HHF dan ANB lebih efektif dalam menurunkan gejala dispnea, nyeri, dan ansietas pada pasien CVD dibandingkan perawatan standar. Kombinasi HHF dan ANB dapat dipertimbangkan sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan berbiaya rendah dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien CVD. Cardiovascular disease (CVD) is frequently associated with dyspnea, pain, and anxiety, which significantly impair patients' quality of life. This study aimed to analyze the effect of combining a handheld fan (HHF) and alternate nostril breathing (ANB) on dyspnea, pain, and anxiety in patients with CVD. A quasi-experimental study with a pre-test and post-test control group design was conducted. A total of 30 respondents were selected using purposive sampling and divided into an intervention group (n = 15) and a control group (n = 15). The instruments used were the Modified Borg Dyspnea Scale (MBDS), Numeric Rating Scale (NRS), and State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data were analyzed using a paired t-test within each group. The results showed significant reductions in the intervention group for all outcomes: dyspnea (mean difference = 4.267 ± 0.704; p = 0.001), pain (mean difference = 4.600 ± 0.986; p = 0.001), and anxiety (mean difference = 2.200 ± 0.414; p = 0.001). In contrast, the control group showed no significant changes in dyspnea (p = 0.055), pain (p = 0.334), or anxiety (p = 0.634). These findings indicate that the combination of HHF and ANB is more effective in reducing dyspnea, pain, and anxiety in patients with CVD compared to standard care. The HHF and ANB combination may be considered a simple, safe, and low-cost non-pharmacological intervention in nursing practice to improve comfort in patients with CVD.