Penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease, CVD) sering disertai gejala dispnea, nyeri, dan ansietas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi handheld fan (HHF) dan alternate nostril breathing (ANB) terhadap dispnea, nyeri, dan ansietas pada pasien CVD. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test control group design. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 15) dan kelompok kontrol (n = 15). Instrumen yang digunakan meliputi Modified Borg Dyspnea Scale (MBDS), Numeric Rating Scale (NRS), dan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dalam masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada kelompok intervensi untuk seluruh variabel, yaitu dispnea (rerata selisih = 4,267 ± 0,704; p = 0,001), nyeri (rerata selisih = 4,600 ± 0,986; p = 0,001), dan ansietas (rerata selisih = 2,200 ± 0,414; p = 0,001). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna pada dispnea (p = 0,055), nyeri (p = 0,334), maupun ansietas (p = 0,634). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi HHF dan ANB lebih efektif dalam menurunkan gejala dispnea, nyeri, dan ansietas pada pasien CVD dibandingkan perawatan standar. Kombinasi HHF dan ANB dapat dipertimbangkan sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan berbiaya rendah dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien CVD. Cardiovascular disease (CVD) is frequently associated with dyspnea, pain, and anxiety, which significantly impair patients' quality of life. This study aimed to analyze the effect of combining a handheld fan (HHF) and alternate nostril breathing (ANB) on dyspnea, pain, and anxiety in patients with CVD. A quasi-experimental study with a pre-test and post-test control group design was conducted. A total of 30 respondents were selected using purposive sampling and divided into an intervention group (n = 15) and a control group (n = 15). The instruments used were the Modified Borg Dyspnea Scale (MBDS), Numeric Rating Scale (NRS), and State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data were analyzed using a paired t-test within each group. The results showed significant reductions in the intervention group for all outcomes: dyspnea (mean difference = 4.267 ± 0.704; p = 0.001), pain (mean difference = 4.600 ± 0.986; p = 0.001), and anxiety (mean difference = 2.200 ± 0.414; p = 0.001). In contrast, the control group showed no significant changes in dyspnea (p = 0.055), pain (p = 0.334), or anxiety (p = 0.634). These findings indicate that the combination of HHF and ANB is more effective in reducing dyspnea, pain, and anxiety in patients with CVD compared to standard care. The HHF and ANB combination may be considered a simple, safe, and low-cost non-pharmacological intervention in nursing practice to improve comfort in patients with CVD.
Copyrights © 2026